Go Global, Poltekpar Medan Studi Banding ke Amerika Serikat

Direktur Potekpar Medan, Anwari Masatip (kanan) saat studi banding.Ist

Medan | Jurnal Asia
Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan melakukan studi banding ke Highline College, Seattle, Washington, United States of America, 7-13 Juli 2019 lalu. Ada 4 perwakilan dari manajemen Poltekpar Medan yang berangkat dalam studi banding ini.

Pada studi banding tersebut, mereka mendapatkan pemahaman tentang pola pembelajaran online learning khususnya bidang keilmuan hospitality. Mendapatkan pengalaman terkait pola pembelajaran yang diterapkan oleh dosen atau professor Highland college USA yang akan mengajar di Poltekpar Medan dalam rangka kerjasama bidang pengajaran.

Mendapatkan wawasan tentang pariwisata di Seattle dan sekitarnya dan melihat peranan dan pengaruh Higland College pada pengembangan pariwisata di Seattle. Selain itu juga menghadiri International Conference Higher Education and Technologi.

Direktur Potekpar Medan, Anwari Masatip mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menciptakan sumber daya manusia pariwisata yang mumpuni. Salah satu langkah yang yang telah dilakukan adalah dengan peningkatan sumber daya manusia pendidik melalui studi banding.

“Studi banding tersebut dilaksanakan di universitas-universitas yang dirasa kompeten di dalam negeri maupun di luar negeri,” katanya, Sabtu (27/7).

Menurut Anwari, salah satu cara untuk membuat seseorang berpikiran lebih terbuka adalah dengan memberikan pengalaman pendidikan yang belum pernah didapat sebelumnya. Pihaknya memilih Amerika karena kualitas pendidikan di sana terkenal baik.

“Harapan kita dapat diaplikasikan kepada para mahasiswa kita nantinya melalui perkuliahan,” tegasnya.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Ni Wayan Giri menambahkan, kualitas pengajaran di Highline College sangat tinggi. Hal ini harus dapat diterapkan di Poltekpar.

“Pengalaman studi banding ini diharapkan dapat dibagi melalui perkuliahan sehingga mahasiswa memiliki pengetahuan tentang pendidikan diluar dan dapat dijadikan referensi pengembangan dan perubahan bagi diri mereka,” ucapnya.

Pada studi banding tersebut, katanya, mereka mendapatkan pemahaman tentang pola pembelajaran online learning khususnya bidang keilmuan hospitality. Mendapatkan pengalaman secara langsung terkait pola atau system pembelajaran yang diterapkan oleh dosen atau professor Highland college USA yang akan mengajar di Poltekpar Medan  dalam rangka kerjasama bidang pengajaran.

“Kami juga mendapatkan wawasan tentang pariwisata di Seattle dan sekitarnya dan melihat peranan dan pengaruh Higland College pada pengembangan pariwisata di Seattle. Selain itu juga menghadiri International Conference Higher Education and Technologi,” tambahnya.

Menurut Menteri Pariwisata, Arief Yahya,  semua PTNP di bawah Kemenpar harus menerapkan standar global. Sehingga diperlukan banyak kerjasama dan studi banding dengan lembaga pendidikan internasional.

“Saya harap pengembangan sumber daya manusia internasional dapat meningkatkan level pendidikan di PTNP Poltekpar Medan. Sehingga kita dapat melengkapi kurikulum dengan standar pendidikan hospitaliti internasional bagi seluruh anak didik,” pungkasnya.(nty)