Dies Natalis ke 45 UIN-SU Diharapkan Momentum jadi JUARA

Medan | Jurnal Asia

Momentum Dies Natalis ke 45 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) telah membawa perubahan dan peningkatan kualitas mutu lulusan, penambahan aset, sarana dan prasarana pendukung pembelajaran yang diharapkan universitas ini menjadikan “JUARA” (Jujur, Unggul, Jaya Raya dan Sejahtera) baik nasional maupun internasional.

Hal ini dikatakan Rektor UIN SU Prof Dr KH Saidurrahman M.Ag pada Silaturrahmi Dies Natalis ke 45 UIN SU usai senam pagi yang dirangkai dengan hiburan, ramah tamah dan pembagian hadiah kepada pemenang lomba di Aula Gelanggang Mahasiswa Kampus I Jalan IAIN Medan, akhir pekan kemarin
Saidurahman bangga karena sekarang ini UIN SU berhasil mendapatkan akreditasi institusi B dan 23 program studinya dipastikan menuju akreditasi unggul.

Karena prodi yang akreditasi B kedepannya wajib ditingkatkan menjadi akreditasi A dan akreditasi yang lebih tinggi berstandar internasional dengan berpacu meningkatkan kualitas mahasiswa dan alumni. Selain itu tambahnya, program digitalisasi untuk pendukung sarana dan prasarana di fakultas menggunakan fasilitas digital.

Seperti di kampus I UIN SU ini sudah ada wisma, gedung kuliah bersama H Anif, gedung Iject yang akan segera diresmikan dalam waktu dekat ini, peletakan batu pertama pembangunan tower H Anif berlantai lima yang nantinya akan dipakai untuk laboratorium halal, observatorium falaq yang diharapkan menjadi ikon Medan dan Sumatera Utara. Untuk tahun 2019, pagar kampus I UIN SU akan direnovasi, pintu masuk melalui Jalan Sutomo, fasilitas jalan akan diaspal.

Sedangkan di kampus 2 Jalan Pancing tambah Saidurrahman, gedung kuliah ditambah 2 lantai lagi dan proses penyelesaian bantuan SBSN tahap I senilai Rp 50 miliar direncanakan pada 20 Desember 2018 ini harus selesai dan diserahterimakan. Awal Januari 2019 nanti dilanjutkan pembangunan SBSN tahap II senilai Rp 40 miliar.

Untuk kampus Tuntungan seluas 16 hektar pada 6 Desember ini akan dilakukan Ground Breaking oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin berlantai enam terdiri dari gedung utama, gedung kuliah dan gedung perpustakaan.

Sementara di Kampus Pondok Surya sebagai pusat kewirausahaan dan SDM serta pengembangkan kampus seluas 100 hektar di Desa Senu Kuala Namu akan segera mendapatkan sertifikat hak milik (SHM) sebagai kampus terpadu.

Lebih lanjut ditambahkan rektor, program internasionalisasi untuk penguatan bahasa Inggris dan Arab akan diwajibkan bagi mahasiswa semester tiga. Artinya, pola pikir mahasiswa harus dirubah dengan mengintensifkan kepada mahasiswa memiliki ilmu alat praktis kedua bahasa itu. Karenanya, dosen yang tertinggal kemampuannya akan tergilas dalam sistem dan zaman.

Dia mengakui, ketiga program UIN SU baik akreditasi, digitalisasi dan internasionalisasi menjadi tolak ukur kemajuan pencapaian UIN SU kedepannya karena mendapat dukungan dan kerjasama dari semua sivitas akademika.
(swisma)