79 Siswa Lulusan Sultan Iskandar Muda Masuk PTN

 

Ketua Dewan Pembina YPSIM, dr Sofyan Tan.Ist

Medan | Jurnal Asia
Sebanyak 79 siswa lulusan Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM) masuk di sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Dari jumlah tersebut, 13 siswa dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 66 siswa dari Sekolah Menengah Atas (SMA) YPSIM.

Ketua Dewan Pembina YPSIM, dr Sofyan Tan mengatakan, keberhasilan siswa-siswi masuk ke PTN tidak terlepas dari didikan para guru yang berhasil membangkitkan siswa untuk meraih prestasi.

“Dari 13 siswa SMK itu,¬†7 orang diantaranya adalah anak asuh kita yang hidupnya serba pas-pasan. Untuk SMA ada 14 anak asuh kita masuk PTN,” katanya.

Tentunya, kata Sofyan Tan, hal ini merupakan salah satu kebanggaan sebagai gurunya untuk mendapat tiket ke surga. Sebab berhasil mencetak orang sukses dari kelurga kurang mampu.

Sofyan menyatakan, hingga kini banyak dari alumni atau lulusan dari sekolah YPSIM sendiri telah  menduduki posisi jabatan yang lebih tinggi seperti menjadi Kepala Sekolah maupun Wakil Kepala Sekolah baik itu tingkat TK, SD, SMP, SMA hingga SMK.

Sofyan juga mengingatkan, para guru pentingnya mengupgrade ilmu pengetahuan yang mana ilmu pengetahuan itu akan diberikan buat siswa-siswi. Dengan selalu menambah ilmu guru akan memberikan pengajaran terbaik kepada anak didiknya.

“Guru harus selalu lebih pintar dari muridnya. Jika guru tidak banyak membaca buku dan searching ilmu pengetahuan di internet, maka guru akan menjadi bahan tertawaan murid sebab mereka akan lebih pintar dari gurunya. Ini salah satu tantangan bagi guru, kalau malas membaca dan nyaman saja dengan ilmu yang diterima dan tidak mau upgrade ilmu maka saya yakin guru itu tidak akan punya prestasi,” tandasnya.

Ia juga mengajak para guru untuk bisa bekerja sama dalam satu tim dan membangun solidaritas secara bersama-sama sesuai dengan tujuan dibangunnya sekolah adalah pertama mendidik siswa dengan kualitas menguasai ilmu dan teknologi. Kedua lulusan yang dihasilkan tidak hanya pintar tapi akal dan pikirannya mampu membuat bangsa ini damai dengan cara menghargai keberagaman.

“Siapkan bahan didikan yang berkualitas dengan menganut ke Indonesiaan yang jelas, pegang teguh ideologi negara dan pahami Undang-Undang Dasar Negara kita dan jangan coba-coba menyebarkan ujaran kebencian,” tutupnya.(nty)