2019, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp480 Triliun untuk Pendidikan

Mesin : Anggota DPR RI Komisi X, dr Sofyan Tan didampingi Kepala SMK PAB 12 Saentis, Mariana melihat mesin mobil disela peresmian RPS SMK PAB 12 Saentis, Deli Serdang, Kamis (31/1).Netty

Medan | Jurnal Asia
Pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp480 triliun untuk sektor pendidikan di 2019. Anggaran tersebut akan dimanfaatkan untuk Program Indonesia Pintar (PIP) dan pembangunan sarana sekolah di Indonesia.

Anggota DPR RI Komisi X, dr Sofyan Tan mengatakan, pemerintah terus membuktikan kepedulian terhadap pendidikan. Buktinya, kata dia, anggaran untuk sektor pendidikan di 2019 mencapai Rp480 triliun.

“Saya sejalan dengan pemikiran Bapak Jokowi, di mana pendidikan menjadi hal yang penting. Karena itu, anggaran di sektor pendidikan diusulkan meningkatkan,” katanya di sela peresmian Ruang Praktek Sekolah SMK PAB 12 Saentis, Deli Serdang, Kamis (31/1).

Dengan meningkatnya anggaran pendidikan, katanya, maka semakin banyak memberikan manfaat bagi siswa yang kurang mampu. Di 2018, ada 17,9 juta yang mendapatkan PIP dan di 2019 menjadi 20 juta anak yang menerima PIP.

Sofyan Tan melanjutkan, SMK menjadi sasaran pembangunan dan perbaikan di 2019. Di Sumatera Utara sendiri, ada 947 SMK dan SMK PAB 12 Saentis ini menjadi salah satu sekolah yang beruntung.

“Hari ini, ada 52 anak SMK di sini yang mendapat Program Indonesia Pintar dengan anggaran Rp52 juta. Dan saya serahkan untuk pembangunan Ruang Praktek Sekolah sebesar Rp295,357 juta. Keseluruhan dana APBN yang diberikan kepada sekolah ini sekitar Rp350 jutaan,” ucapnya.

Menurutnya, pendidikan harus berjalan meski banyak yang tidak mampu, apalagi pemerintah menginginkan lulusan-lulusan sekolah khususnya SMK dapat menjawab tantangan kerja.

Ia mencontohkan, SMK di Indonesia sangat berbeda dengan di Jerman, Swiss, Iran ataupun Australia. Siswa SMK di sana, belum tamat sekolah sudah diminta kerja di perusahaan sedangkan di sini setiap lulusan SMK bukannya mendapat kerja tapi antri mencari kerja.

“Di Australia misalnya, anak perempuan tamatan SMK bisa membuat prabot yang cantik. Itulah impian kita, kita harap anak-anak di sini bisa kreatif dan mandiri karena itulah kenapa kita ingin SMK menjadi sasaran pembangunan dan perbaikan,” tandasnya.

Meski pemerintah menyediakan anggaran yang begitu besar, namun, pihak sekolah tidak bisa terima langsung. Nantinya, perbaikan pembangunan akan diserahkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR) dan tetap diawasi oleh anggota DPR RI Komisi X.

“Selama 4 tahun saya mejadi anggota DPR, sekitar 80 ribu anak-anak sudah memperoleh Program Indonesia Pintar dan 1.922 sekolah yang mendapat bantuan dan sudah banyak yang daftar tunggu. Dengan adanya program ini, saya berharap mutu pendidikan di Indonesia semakin meningkat,” tandasnya.

Kepala SMK PAB 12 Saentis, Mariana mengatakan, SMK ini didirikan 2009-2010 dan pertama kali jumlah murid sekitar 202 orang. Di umur 9 tahun ini, sudah banyak siswa dan setiap tahun dari 2011 mendapatkan bantuan ruang kelas baru.

“Dan di tahun 2019 ini, kami mendapatkan bantuan untuk Ruang Praktek Sekolah sebesar Rp295,357 juta serta PIP untuk 25 anak. Kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak Sofyan Tan yang sudah menjembatani bantuan ini,” tandasnya.(netty)