2019, Gaji Guru Honorer Naik Rp50 Ribu Per Jam

 

Gubsu Edy Rahmayadi memberi motivasi siswa SMK Multi Karya Medan.Ist

Medan | Jurnal Asia
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menaikkan gaji guru tidak tetap (honorer) Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri di Provinsi Sumut. Gaji guru honorer naik Rp50.000 per jam dari Rp40.000 per jam pelajaran menjadi Rp 90.000 per jam pelajaran.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, R Sabrina mengatakan, sudah sepatutnya guru itu sejahtera dengan gaji layak. Sebab, guru adalah pendidik generasi muda sebagai penerus sehingga gaji guru tidak tetap menjadi Rp90.000 per jam.

Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Arsyad Lubis menambahkan, pada tahun 2019 Pemprov Sumut juga telah membangun berbagai sarana dan penunjang sekolah di seluruh Sumut. Di antaranya pembangunan dua sekolah baru yakni SMAN 1 Beringin Deliserdang, dan SMK Negeri Ulu Pungkut, Mandailing Natal.

Pemprov Sumut juga menambah sarana penunjang belajar seperti membangun 169 ruang kelas baru, melakukan rehab 64 ruang kelas di 16 kabupaten/kota. Pengadaan mobiler sekolah di 83 SMA/SMK di 16 kabupaten/kota, peralatan praktik komputer untuk 62 SMA/SMK di 14 kabupaten kota, alat praktik pertanian untuk 10 SMK di 7 kabupaten/kota.

Pemprov Sumut melaksanakan berbagai peningkatan kapasitas yang diperuntukkan kepada guru maupun pengelola sekolah. s
Seperti melaksanakan workshop Musyawarah Guru Mata Pelajaran jenjang SMA/SMK bagi 150 orang guru dan peningkatan kompetensi 60 orang guru SLB serta Bimtek Penyusunan Perencanaan Sekolah SMA, SMK, SLB bagi 688 orang Kepala Sekolah.

“Untuk meningkatkan daya saing siswa sekolah, Pemerintah Provinsi Sumut menyelenggarakan berbagai kompetisi. Di antaranya menyelenggarakan olympiade sains, seni dan olahraga siswa nasional berprestasi,” katanya, Senin (30/12/2019).

Sementara itu, tambah Arsyad, di tahun 2020, Pemprov Sumut akan melakukan pemerataan akses dan kualitas pendidikan di seluruh kabupaten/kota di Sumut. Dengan cara mendistribusikan pengajar mata pelajaran khusus di daerah terpencil yang dikenal dengan guru terbang.

“Untuk pendidikan itulah yang sedang dan sudah kita lakukan, semoga dengan upaya-upaya tersebut, kualitas pendidikan Sumatera Utara bisa lebih meningkat lagi,” pungkasnya.(nty)