Wisatawan Puji Festival Bunga dan Buah Berastagi 2019

Wakil Bupati Karo Cory S Sebayang didampingi Sekdakab Karo Kamperas Terkelin Purba serahkan tropy dan penghargaan kepada salah seorang pemenang lomba Festival Bunga dan Buah.(Herman)

Karo | Jurnal Asia
Hari terakhir Festival Bunga dan Buah yang digelar meriah di Taman Mejuah-Juah Berastatagi, diramaikan ratusan ribu pengunjung, Minggu (7/7/2019).

Diantara pengunjung yang hadir menyaksikan berbagai hiburan di open stage dan pameran di kios tenda yang disediakan panitia yang sempat terpantau  bahwa mereka yang datang selain dari Medan, ada yang berasal dari Palembang, Pekan Baru, Binjai, Langkat, Simalungun, Aceh, bahkan ada juga dari Jakarta, Bandung dan Yogyakarta.

Wisatawan mancanegara dari Malaysia, Singapura, Eropa dan Australia juga terlihat mondar mandir melihat-lihat pameran di tenda-tenda kios pamaren dan juga menonton hiburan musik di openstage di lokasi Taman Mejuah-juah tempat berlangsungnya Festival Bunga dan Buah.

Pengunjung yang hadir dalam even wisata itu memuji pelaksanaan Festival Bunga dan Buah, karena pengunjungnya dinilai lebih ramai dari tahun-tahun sebelumnya. Begitu juga dekorasi tenda dan penataan letak penunjang sarana dinilai lebih bagus dan lebih indah dari tahun-tahun sebelumnya.

Padahal anggaran pelaksanaan Festival Bunga dan Buah 2019 ini, dibanding tahun sebelumnya jauh lebih sedikit biaya pelaksanaan yang digelar selama tiga hari itu, hanya berbiaya Rp.642 juta, sedangkan anggaran Festival Bunga dan Buah tahun 2017 lalu sebesar Rp.1,2 Miliar.

Selain itu, selama tiga hari pelaksanaan Festival Bunga dan Buah yang paling ramai pengunjungnya Minggu (7/7) siang, arus lalulintas padat dan lambat, sementara sisi kiri dan kanan jalan dipenuhi kenderaan roda empat karena dimaanfaatkan sebagai parkir wisatawan yang berkunjung.

Untuk mengatasi kemacetan lalulintas, terlihat petugas kepolisian dan Dishub Pemkab Karo sibuk mengatur kelancaran lalulintas disetiap persimpangan jalan di kawasan kota Berastagi. Khususnya di kawasan tugu perjuangan menuju lokasi berlangsung acara Festival Bunga dan Buah.

“Festival tahun ini sangat meriah, ramai pengunjungnya, tenda-tendanya juga bagus, dekorasinya juga lumayan cantik,” kata Corah, Rita, Henny dan nande Unjuk br Tarigan.

“Hendaknya tahun-tahun mendatang acara seperti ini paling tidak menyamai, kalo boleh lebih lagi. Khusus untuk hiburannya sangat bagus, karena diwarnai penampilan musik nuansa etnic artis-artis penyanyi daerah yang enak didengar,” sambungnya.

Diantara puluhan kios pameran terlihat peserta pameran dari luar daerah memamerkan hasil produksi daerahnya seperti Kabupaten Jember, Simalungun, Langkat, Medan, instansi pemerintah yang ada di Kabupaten Karo, perhotelan, perbankan dan perusahaan swasta lainnya.

Wakil Bupati Karo Cory S Sebayang mengatakan melalui festival ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Karo, khusunya petani bunga dan buah.

“Untuk itu mari kita bersama sama menjaga kebersihan dalam rangka meningkatkan kinjungan wisata ke daerah kita. Untuk itu dengan resmi Fetival Bunga dan buah resmi saya tutup,” ujarnya

Mewakili DPRD Karo Lusia Sukatendel memuji pelaksanaan even wisata itu, yang ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai penjuru. Namun kedepannya ia berharap mesti lebih ditingkatkan lagi.

“Dan kepada instansi terkait  sesuai dengan tema “Melalui Festival Bunga dan Buah tahun 2019 mari kita tingkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Karo” hendaknya kita harus dapat bekerja sama guna meningkat kunjungan wisata dan melestarikan budaya Kita,” ajaknya.

Dipenghujung penutupan, Minggu (7/7) pengumuman pemenang lomba Festival Bunga dan Buah Tahun 2019, yang dibacakan perwakilan Dewan juri lomba Filemon Brahmana SH.

Sebelumnya Ketua Panitia Ir Mulia Barus melaporkan  kegiatan Festival Bunga dan Buah tahun 2019 selama tiga hari.

Dikesempatan itu Kemenkumham Provsu Dartimo menyerahkan penghargaan empat kekayaan Budaya Nasional dari Karo kepada Cory S Sebayang, yakni, Kerja Tahun, Gundala-gundala, Kulcapi dan Tembut-tembur.(Herman/wo)