Warga Kabanjahe Keberatan Truk Masuk Inti Kota Bongkar Muat Tanpa Aturan 

 

Warga Padang Mas I Kelurahan Padang Mas Kecamatan Kabanjahe keberatan dan protes expedisi dimensi besar yang menyebabkan kenyamanan warga terusik. Herman

Karo | Jurnal Asia
Warga Padang Mas 1 Kelurahan Padang Mas Kecamatan Kabanjahe yang berdomisili di lingkungan tersebut, melakukan protes keberatan akibat kegiatan expedisi yang melibatkan truk berdimensi besar. Minggu (26/5).

Keberatan warga ini tergabung sebanyak sepuluh orang ini ditandatangani tanggal 15 April 2019, dengan alasan mobil truk yang memasuki inti kota kabanjahe yang sedang melakukan bongkar muat oleh toko/pengusaha pupuk/ obat pertanian menyebabkan terganggunya kenyamanan warga di lingkungan tersebut.

Salah perwakilan warga Lahir Raja Tongging bahkan telah menemui Bupati Karo Terkelin Brahmana pada Kamis (23/5) kemarin, untuk menyampaikan keluh kesah warga terkait adanya bongkar muatan.

“Bongkar muat di sepanjang Jalan Pasar Baru, membuat badan jalan menyempit sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas. Kegiatan bongkar muat yang terkadang menimbulkan getaran yang sangat kuat berefek kekhawatiran muncul sikap terkejut  terhadap kesehatan kami,” tuturnya.

“Ini mau saya tanyakan sama pak bupati, apa bisa mobil truk dimensi besar seenaknya masuk kedalam inti kota untuk bongkar muat, apakah ada izinnya dari Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (SPSI) dan Dinas Perhubungan Kab Karo,” sambungnya.

Selain itu, Tongging mengaku sangat kecewa terhadap Dishub Karo. “Sebab hal ini pernah saya tanyakan, sambil menunjukkan surat keberatan warga terkait mobil truk besar, jawaban tidak memuaskan, dengan mengatakan, itu sudah ada izin dari Pemkab Karo,” bebernya.

Hal senada dikatakan Nurita Br Sembiring warga Kabanjahe yang sangat menyayangkan sikap sopir truk yang leluasa dan tidak mentaati aturan, menurutnya kegiatan bongkar muat di tengah kota bisa berdampak kepada rusaknya fasilitas pemerintah seperti jalan.

“Selain menganggu kenyamanan pengendara, angkutan truk tronton tersebut juga bisa membuat jalan rusak, karena kapasitas jalan di tengah kota hanya diperuntukan untuk kendaraan pribadi maupun umum lainnya. Bukan untuk kendaraan barang yang memiliki muatan yang jauh lebih berat,” kata Nurita

Sementara, Bupati Karo Terkelin Brahmana menjelaskan pihaknya telah menerima laporan warga terkait hal ini.

“Kedatangannya sudah kita arahkan menjumpai Camat Kabanjahe, namun sebelum bertemu camat staf saya sudah duluan menghubungi camat agar segera menindaklanjuti keluhan warga tersebut,” katanya.

Terpisah, Camat Kabanjahe Frans Leonardo Surbakti membenarkan tadi ada instruksi dari Bupati terkait warga yang mengajukan protes keberatan terkait maraknya truk truk besar melakukan bongkar muat di dalam kota,

“Dalam waktu dekat ini saya akan berkordinasi dengan Dishub Kab Karo untuk mengecek kebenaran tersebut, sebab ini adalah tugas dari Dishub, bukan wewenang saya untuk menertibkannya,” tukasnya.(Herman/wo)