Sungai Batangtoru Penuhi Baku Mutu

Pengambilan sampel air di Sungai Batangtoru.Ist

Batangtoru | Jurnal Asia

Hasil uji laboraturium air sisa proses Tambang Emas Martabe yang dialirkan ke Sungai Batangtoru telah memenuhi baku mutu sesuai yang tercantum dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.202/2004.

Tak hanya itu, sampel air sisa proses yang diambil pada Januari-Maret 2019 memenuhi baku mutu yang ada dalam Peraturan Pemerintah No.82/2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air Kelas II.

Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources Katarina Siburian Hardono mengatakan, pengelolaan lingkungan berkelanjutan merupakan salah satu komitmen utama. Adapun melalui sosialisasi, masyarakat dapat mengetahui pemantauan dan pengawasan yang dilakukan oleh Tim Terpadu.

“Terutama pada kualitas air sisa proses ke Sungai Batangtoru. Kegiatan sosialisasi hasil uji laboraturium ini sangat penting bagi kami sebagai bentuk transparansi terhadap komitmen pengelolaan lingkungan,” katanya, Kamis (27/6).

Tambang Emas Martabe, lanjutnya, dikelola dengan standar berkelas dunia, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan menjadi salah satu aspek penting. Hasil uji ini dapat menjadi barometer kepercayaan masyarakat terhadap komitmen Tambang Emas Martabe.

Lebih lanjut, Katarina mengemukakan, sejak pertama kali kegiatan pengumuman, diseminasi dan sosialisasi hasil uji laboraturium pada 2013, didapatkan bahwa air sisa proses Tambang Emas Martabe ke Sungai Batangtoru secara konsisten telah memenuhi baku mutu yang ditetapkan.

“Kami berterima kasih kepada seluruh masyarakat dan pemerintah setempat serta daerah yang selalu mendukung, ikut mengawasi operasional Tambang Emas Martabe. Kegiatan seperti ini akan terus kami selenggarakan dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat, terutama di desa-desa lingkar tambang,” ujar Katarina.

Wakil Bupati Tapanuli Selatan yang juga Ketua Tim Terpadu Pemantau Kualitas Kualitas Air Limbah Tambang Emas Martabe, Ir. H. Aswin Effendi Siregar, MM, MH menuturkan, rangkaian kegiatan pengambilan sampel oleh Tim Terpadu, pengujian, hingga sosialisasi hasil uji laboraturium air sisa proses Tambang Emas Martabe, merupakan contoh baik bagi pengawasan operasional pertambangan di Indonesia.

“Semuanya terbuka. Laboraturium penguji juga independen dan akurat. Saya melihat langsung seluruh prosesnya. Masyarakat juga bisa mengetahui.  Saya berharap masyarakat dan pemerintah terus memantau kualitas air sisa proses Tambang Emas Martabe. Ini penting karena Sungai Batangtoru banyak manfaatnya,” pungkasnya.(nty)