Strategi Bupati Karo Agar Disabilitas dan Kelompok Rentan Lainnya Rasakan Hasil Pembangunan

Bupati Karo didampingi Sariati Terkelin Brahmana Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Karo, Kepala Bappeda Nasib Sianturi serta Kepala Dinas PPPA Hartawati Br Tarigan.Ist

Karo | Jurnal Asia
Pemerintah Kabupaten Karo melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Karo terus melakukan upaya percepatan pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) di Kabupaten Karo.

Hal ini dilakukan sebagai strategi guna memastikan semua kelompok masyarakat (laki-laki, perempuan, anak, penyandang disabilitas, lansia, dan kelompok rentan lainnya) dapat terlibat dalam proses dan merasakan hasil pembangunan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Karo Hartawati Br Tarigan, didampingi Kabid PUG, Rosmania Br Ketaren dan Sekretaris DPPPA, Hesti Maria, Selasa (8/10/2019) kemarin mengatakan pihaknya senantiasa berupaya meningkatkkan kinerja memperhatikan kebutuhan, permasalahan, pengalaman, serta aspirasi perempuan dan laki-laki.

“Sehingga terwujud kesetaraan dan keadilan gender dalam akses partisipasi kontrol serta manfaat pembangunan yang dapat dirasakan secara merata agar tidak ada lagi kesenjangan dan diskriminasi bagi perempuan dan laki-laki, anak-anak dan kaum difabel,” ujarnya.

Pelaksaan pembangunan yang responsif gender di Kabupaten Karo selain patut diapresiasi karena kepedulian nyata Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Wakil Bupati Cory S Sebayang, sehingga juga bisa semakin memberikan dampak dan manfaat yang nyata di seluruh masyarakat Kabupaten Karo khususnya afirmasi kelompok rentan.

Buktinya, pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang digelar di Four Points Ballroom Hotel Makassar, Sulawesi Selatan, bulan Juli lalu, Kabupaten Karo meraih prestasi Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2018 dan penghargaan Kabupaten Layak Anak.

“Prestasi itu tentunya, menjadi pelecut semangat buat kami, untuk terus meningkatkan kinerja percepatan pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) di Kabupaten Karo,” ucapnya.

Lebih jauh dijelaskan Hartawati Br Tarigan, kelompok rentan tersebut seperti masyarakat miskin, disabilitas, perempuan dan anak, kelompok di daerah rawan bencana dan lainnya.

“Afirmasi ini yang harus merasakan manfaat dari pembangunan yang responsif gender. Pembangunan responsif gender di Kabupaten Karo juga berjalan proporsional, tidak hanya pada perempuan namun juga pada laki-laki,” ungkapnya.

Lebih lanjut dr Hartawati Br Tarigan, menuturkan bahwa Pemerintah Kabupaten Karo juga terus mengupayakan kesadaran gender di kalangan aparat pemerintahan.

Berbagai upaya yang telah dilakukan antara lain mengadakan workshop gender awareness, pelatihan analisis gender serta membangun kesadaran gender dalam setiap program kegiatannya. (Herman/wo)