Seru dan Asyiknya Wisata Air Terjun Teroh-Teroh di Langkat, Cocok Buat Milenial yang Gemar Tantangan !

Wisatawan foto bersama di lokasi air terjun teroh-teroh.

Langkat | Jurnal Asia
Bagi anda para traveler khususnya generasi milenial yang gemar tantangan saat liburan, lokasi wisata Air Terjun Teroh-Teroh di Desa Rumah Galuh Kecamatan Sei Bingei Kabupaten Langkat menjadi pilihan destinasi tepat untuk dikunjungi.

Di lokasi wisata yang jaraknya sekitar 54 Km dari kota Medan ini, pelancong akan disuguhi berbagai pengalaman wisata yang menarik mulai dari treking alam, body rafting, menikmati jernihnya kolam abadi yang sebening kristal, dan menikmati sensasi guyuran air terjun.

Untuk dapat menjangkau lokasi wisata ini pengunjung dapat menggunakan transportasi umum maupun pribadi seperti kendaraan roda dua dan roda empat. Dari Kota Medan jarak waktu tempuh paling lama 2 jam saja.

Rutenya dari Medan menuju ke Kota Binjai, dan selanjutnya mengarah ke Jalan Jamin Ginting (Tanah 1000) menuju Desa Rumah Galuh.

Sesampainya di Desa Rumah Galuh, ada beberapa pos wisata yang terletak di sebelah kiri jalan sudah menanti diantaranya Pemandu Tracking Alam Rumah Galuh (PETAR), Pelaruga, dan lainnya.

“Biaya masuknya sekitar Rp40 Ribu, itu sudah parkir kendaraan, penyimpanan barang, dan satu orang pemandu alam yang membawa ke lokasi wisata air terjun teroh-teroh,” kata Tara (25) salah seorang pengunjung yang datang kesana.

Ia mengatakan sebelum masuk seluruh barang bawaan, seperti tas, sepatu ditinggal di pondok, pengunjung hanya membawa pelampung, handphone dan makanan seperlunya.

Nah, petualangan pun dimulai. Wisatawan akan berjalan kaki menempuh jalur ekstrem terjal naik turun sekitar 20 menit. “Lokasinya treking benar-benar menguras tenaga, jalurnya licin, terjal sungguh memacu adrenalin,” katanya.

Setelah bercucur peluh, menempuh jalur sulit, lanjut Tara mengatakan segala jerih payah itu sirna ketika melihat warna air sungai yang biru kehijauan.

Pengunjung asyik body rafting menyusuri sungai.

“Lokasi ini disebut kolam abadi. Jernih sekali, airnya dingin sedingin es. Ada juga mata air yang keluar dari celah bebatuan langsung saya minum, segar,” ujar Tara yang seharinya bekerja sebagai karyawan swasta di Medan.

Di kolam abadi itu membuat pengunjung seolah lupa akan waktu, dan rutinitas, mereka asyik bermain air, menyelam dan berselfi ria.

“Dari kolam abadi itu kita bisa body rafting, menyesuri sungai menggunakan pelampung, airnya tenang tapi juga ada jeramnya yang deras,” ujarnya.

Sekitar 20 menit perjalanan body rafting, akhir perjalanan akan membawa ke air terjun Teroh-teroh. “Asyik sekali mandi air terjun, gak begitu tinggi air terjunnya,” ujarnya.

Puas menikmati air terjun, pengunjung akan kembali ke pondok pos wisata, yang juga memakan waktu tempuh 15 menit jalan kaki.

“Memikirkan arah balik, seperti gak mau pulang, karena rutenya ekstrem. Tapi mau gak mau balik, seru juga sih lewati treking yang naik turun, pas kalau pergi kemari rombongan,” ujarnya.

Sementara, salah seorang pemandu wisata Arnas Surbakti (20) mengatakan jalur wisata ini sudah dibuka sejak tahun 2010. “Setiap akhir pekan, apalagi hari libur sangat ramai yang datang kemari,” tandasnya.(wo)