Menyambut Idul Fitri 1440 H, Bupati Karo akan Lepas Pawai Takbiran di Mesjid Agung Kabanjahe

Bupati Karo Terkelin Brahmana saat menerima audensi PHBI Karo di ruangan kerja bupati terkait kegiatan pelaksanaan pawai takbiran Idul Fitri 1440 H. Herman

Karo | Jurnal Asia
Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 H Pengurus Hari Besar Islam (PHBI) bersama dengan NU, Muhammadiyah Kabupaten Karo, BKM Masjid/Musholla se-Kota Kabanjahe menggelar pertemuan dengan Bupati Karo Terkelin Brahmana. Jumat (24/5) kemarin.

Ketua PHBI Kabupaten Karo Saroha Ginting menyampaikan pertemuan ini digelar terkait dengan adanya kegiatan pelaksanaan pelepasan pawai takbiran dan sholat idul fitri 1440 H /2019 M.

“Kedatangan kami ini sekaligus ingin mengundang kesediaan Bupati Karo agar dapat berkenan melepas kegiatan yang sudah kami jadwalkan pawai takbiran dan sholat Idul Fitri 1440 H /2019 M,” ujarnya di ruang kerja Bupati Karo.

Ia berharap seyogyanya acara ini dapat dilepas oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, sesuai jadwal hari Selasa, tanggal 4 juni 2019 pukul 20.00 WIB dengan titik kumpul di Mesjid Agung Kabanjahe.

PHBI juga menyampaikan terimakasih dan mengapreisasi kepedulian Bupati Karo yang begitu santun dan selalu membantu baik dalam bentuk  materi maun non- materi setiap keagamaan yang dirayakan muslim khususnya di Kabanjahe.

Bupati Karo Terkelin Brahmana mengungkapkan sangat senang dan gembira atas kehadiran rombongan PHBI.

“Sebab kita masih diberikan kesehatan oleh tuhan bertemu dan masih kita dapat bercengkrama tukar pikiran walaupun ada perbedaan tapi bukan berarti kita tidak saling membantu, mendukung, sebab semua itu adalah anugerah tuhan semata,” ujarnya.

Terkelin menyampaikan mendukung penuh kegiatan yang dilakukan PHBI. “Iya nanti acara pelepasan pawai takbiran, saya akan hadir, wajib kita dukung, sesama umat harus bersinergi, nanti staf saya akan¬† jadwalkan ini, biar pawai nanti meriah khususnya umat muslim tumpah ruah keliling kota kabanjahe ikut pawai takbiran,” katanya

“Di sinilah letak silaturahmi ini mempererat hubungan saling asah, asuh dan asih, bagaimana kita bersatu, silaturahmi-pun jarang, bagaimana kita kuat bersatu saja tidak pernah, nah ini cerita kedepan, kita harus kompak, bersatu, saling silaturahmi, ini harapan saya,” sambung Terkelin.(Herman/wo)