Kepala BNPB : Relokasi Tahap III Siosar Jangan Ditunda-tunda Lagi

Kepala BNPB Letjen Doni Monardo minta relokasi Siosar tahap III jangan ditunda lagi,dihadiri Bupati Karo Terkelin Brahmana ketika membahas rakor di gedung Graha BNPB lantai 15 Jakarta Timur (12/4).

Karo | Jurnal Asia
Kepala BNPB letjen TNI Doni Monardo menyampaikan agar penanganan relokasi tahap III Siosar agar jangan ditunda-tunda lagi.

Hal ini ditegaskannya ketika menggelar rapat koordinasi bersama dengan Pemkab Karo dan BPBD Karo di lantai 15 gedung Graha BNPB Jakarta Timur, Jumat (12/4).

“Saya harapkan segera penanganan relokasi tahap III selesaikan, jangan ditunda tunda lagi,” ujarnya.

Doni menyampaikan agar setiap permasalahan dicatat dan dilaporkan agar dapat dicarikan solusi bersama. “Dan pasti kita tindaklanjuti itulah tujuan adanya perwakilan BNPB di Kab Karo,” terangnya.

Khusus untuk daerah zona merah, Ia menegaskan segera buatkan tanda dan patoknya agar orang takut masuk, semisal buatkan gambar tengkorak bahwa jika masuk bahaya mengancam keselamatan nyawa,ini dipasangkan di daerah masuk zona merah.

Sementara, Bupati Karo Terkelin Brahmana menyampaikan untuk relokasi tahap III di Siosar belum dikerjakan masih tahap penanganan  dengan jumlah 892 KK (Rumah) Lokasi Perumahan Pada APL/Ex Agropolitan 1032 KK (Lahan Usaha Tani) Lokasi Lahan Usaha Tani Ex Hutan Produksi Siosar.

Selain itu, kiini dana relokasi tahap III dari BNPB telah ditransfer ke RKUD Pemerintah Kabupaten Karo pada tanggal 27 Desember 2019 senilai Rp161.718. 413.929. “Dimana Lahan usaha tani sedang kita land celaring, jadi semuanya kita targetkan selesai tahun ini,” tandasnya.

Kepala BPBD Propinsi Sumut Riadil Akhir Lubis menambahkan peran provinsi yakni adanya tim Monitoring untuk Kab. Karo selalu berkordinasi dan bersinergi baik segi pengawasan dan penanganannya.

“Misal pihak provinsi sudah ada membangun 24 sabodam yang berfungsi menahan lahar dingin dan panas, memasang CCTV untuk memonitor disekitar gunung sinabung, mengadvokasi percepatan tahap III,” ungkapnyam

Lanjutnya dalam rapat, Riadil menyampaikan untuk tahap III ini, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi sudah meninjau siosar dan telah menginstruksikan TNI untuk mencari sumber air bersih, sebelum relokasi tahap III dibangun, sebab itu sangat penting bagi kebutuhan, alhamdulillah sumber air sudah ditemukan dengan jarak 10 kilometer.

“Ini juga rencana pak Gubsu akan fasilitasi dan akan membangun sumber air ini untuk  mengaliri ke rumah relokasi tahap III dengan dana provinsi Sumut,” tandasnya.(herman/wo)