Jelang Ramadhan, Pengusaha Kol Minta Bupati Karo Tertibkan Calo Armada

Dalam menyambut datangnya bulan suci ramadhan Bupati Karo diminta untuk menertibkan calo calo armada yang gentayangan. Ist

Karo | Jurnal Asia
Menjelang menyambut bulan puasa pengusaha kol di Desa Lambar Kecamatan Tigapanah meminta pemerintah Kabupaten Karo melalui dinas pertanian untuk peduli dan ikut mencari solusi terkait persoalan pengiriman kol ke Jakarta selain ekspor ke Taiwan.

Hal ini dikatakan  Nuel Sitepu selaku pengusaha ,saat melepas satu armada kontainer pengiriman kol ke jakarta oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi Waka polres Karo  Kompol E. Saragih, Kadis Pertanian Sarjana Purba, Camat Tiga Panah Data Martina Br Ginting, Camat merek Tomi Heriko Sidabutar. Rabu (1/5) kemarin.

Menurut Nuel, saat ini mereka kelimpungan untuk mendapatkan armada/truk kontainer  pengangkutan untuk disewa, akibat maraknya calo sehingga tingginya biaya persaingan usaha, mengembangkan sayur  kol dari tanah karo khususnya ke daerah Jakarta sekitarnya menuai kendala.

“Bayangkan Pak Bupati, kalau kami yang mencari dan menyewa armada truk kontainer, sangat sulit mendapatkan, harus melalui pihak ke tiga, itulah calo disinilah kerap kami dinaikkan ongkos kontainer ini,” ujarnya.

“Seharusnya jika langsung kepada pemilik truk kontainer kami bisa bayar sewa satu kontainer sekali jalan Rp17 juta, tapi melalui calo kami harus bayar Rp24 Juta,” keluh Nuel.

Untuk itu, ia meminta Bupati Karo segera turun tangan membantu menertibkan dan mencarikan solusi agar calo tidak bergentayangan lagi.

Lanjut dikemukan Nuel,  kol miliknya saat ini harga jual satu Jaring dipasaran daerah  Jakarta Rp 65.000-Rp 70.000.- harga ini masih stabil, sedangkan satu Jaring bervariasi ada isi 8-10 buah kol, dan dirinya mengakui pengiriman ke Jakarta sebanyak 3 Truk kontainer dilakukannya dalam satu minggu.

Menyahuti penyampaian keluhan pengusaha kol terkait adanya calo armada,  Bupati Karo Terkelin Brahmana mengatakan, pihaknya akan menindaklanjutinya dengan melibatkan lintas sektoral, lintas stakeholder, lintas pemangku kepentingan lainnya, begitu juga DPRD Karo, serta kepolisian ntuk mengadakan rapat bersama segera.

“Iya, saya baru dengar ada sekarang Calo Armada, setelah kami diundang pengusaha kol tadi untuk melepas truk kontainer bermuatan kol ke Tangerang Jakarta,Jelas  ini akan berdampak kepada harga jual beli kol, bagi masyarakat petani,” ujarnya.

“Secepatnya kita rapatkan dan kita tindaklanjuti nanti  hasilnya, lalu bersama tim kita lakukan berantas Calo armada yang sudah meresahkan pengusaha tersebut,” tandasnya.(herman/wo)