Ini Hasil Monitoring Pemkab Karo Terkait Langkanya BBM Premium

 

Sapma IPK berdiskusi dengan Kepala Bagian Perekonomian dan SDA pada Sekretariat Daerah Kabupaten Karo, Rismawati Br Ginting. Ist

Karo | Jurnal Asia
Penyaluran BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis premium yang dipersolkan oleh Ketua Satuan Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Karo, terus berbuntut panjang.

Pasalnya, dari hasil monitoring yang dilakukan Pemkab Karo terkait kelangkaan premium ternyata pihak Pertamina menghentikan sementara penyaluran BBM jenis premium.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA pada Sekretariat Daerah Kabupaten Karo, Rismawati br Ginting SE membenarkan, dinasnya sudah turun kelapangan memonitoring sesuai instruksi Bupati Karo Terkelin Brahmana.

“Terkait penyaluran BBM jenis premium sementara dihentikan oleh pihak Pertamina,” ujarnya, Jumat (13/9/2019) kemarin.

Ia menjelaskan sesuai keputusan badan pengatur hilir minyak dan gas bumi nomor : 39/P3JBKP /BPH Migas /Kim 2018 tentang alokasi volume penugasan dan penyalur PT Pertamina (persero) untuk melakukan penyediaan dan pendistribusian jenis BBM penugasan tahun 2019.

Melalui Pedoman ini ditetapkan alokasi BBM jenis bensin di Kab. Karo sebesar  1.835 (KL) yang disalurkan 3 SPBU yaitu 1. SPBU no 14.221294 alamat Jl Lau Baleng Kec. Lau Baleng, 2 SPBU No. 13.221113 alamat Simpang Korpri Kec. Berastagi dan 3. SPBU No. 14.221286 alamat Simpang Kaban Kec. Kabanjahe.

Menurut Rismawati, berdasarkan  monitoring di lapangan ketiga SPBU ini, pihak Pertamina dengan sengaja menyetop premium ke penyalur SPBU yang direkomendasikan, dengan alasan yakni 1. PT Pertamina (Persero) lebih mengutamakan pertalite dari pada bensin. 2. Kurangnya prasarana tangki SPBU.

Dan point 3. Menyikapi Kabupaten Karo sebagai daerah tujuan wisata, maka lebih tinggi pemakaian pertalite dari pada bensin. Untuk itu, Pertamina menyarankan agar SPBU cenderung ke pertalite dan tidak mengorder bensin (premium).

Mendengar hal itu, Ketua Sapma IPK Kabupaten Karo, Anugrah Kacaribu mengaku kecewa, karena rasa keadilan bagi masyarakat berpenghasilan rendah terabaikan.

“Karena Pertamina lebih mengedepankan soal provit, pasalnya BBM jenis pertamax lebih ditonjolkan,” kesalnya.

Sapma IPK Kabupaten Karo, menyimpulkan jawaban tersebut belum dapat diterima. Pihaknya meminta Pemkab Karo segera melakukan pertemuan dengan PT Pertamina dan Satgas terkait.(Herman/wo)