Imbas Corona, Objek Wisata di Karo Ditutup! Hotel Sepi, Pedagang Terancam Gulung Tikar

Suasana di Berastagi sepi. Herman

Karo | Jurnal Asia
Merebaknya virus corona di Sumatera Utara (Sumut) berdampak ke berbagai sektor seperti pariwisata, pertanian serta para pelaku UMKM, terlebih kota Berastagi yang merupakan satu pintu gerbang kepariwisataan yang ada di Sumut menjadi sasaran akibat dampak virus corona.

Kota yang berhawa dingin ini terlihat sepi dari kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara yang biasanya terlihat hiruk pikuk dari kunjungan wisatawan, kini sepi tidak ada sama sekali.

Baca Juga : Kapoldasu Tinjau Lokasi di Ramayana Plaza, Pastikan Penyebab Karena Gas Bocor

Terlebih setelah pemerintah Kabupaten Karo mengeluarkan penutupan sementara objek wisata selama dua minggu kota ini menjadi bisu.

Seperti amatan Jurnal Asia, Rabu (25/3/2020) di pusat Pasar Berastagi tampak para pedagang kaki lima banyak yang tidak lagi menjajakan barang dagangan mereka.

Baca Juga : Update Covid-19 di Sumut! Jumlah ODP 1976 Orang, 3 Pasien Meninggal Dunia

Begitu juga sebaliknya aktifitas jual beli di pusat pasar tersebut hanya anjlok hingga 50% dari biasanya. Sedangkan pasar bunga dan buah yang terletak di jantung kota berastagi sama sekali tidak ada aktifitas.

Sementara itu di sektor perhotelan tingkat hunian sama sekali nihil, seperti diutarakan Manager Hotel Green Garden Berastagi Ramiadi (41) menjelaskan sejak merebaknya isu virus corona tingkat hunian dan bookingan kamar hotel disini sangat berdampak.

“Dimana biasanya jumlah hunian kami mencapai 80% tapi saat ini sama sekali tidak ada ironisnya kamar yang sudah dibookingpun semua di cancel untuk itu kita semua berharap semoga badai non alam ini cepat berlalu,” ungkapnya.(Herman)