Hari Anak Nasional, Kadis PPPA Karo Soroti Anak-anak Bekerja di Ladang Hingga Kecanduan Internet

Ketua Umum Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak Indonesia, Arist Merdeka Sirait mengajak semua pihak peduli dan melindungi hak-hak anak-anak Indonesia. Ist

Karo | Jurnal Asia
Bertepatan dengan Hari Anak Nasional, Selasa (23/7/2019), Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Pemkab Karo, dr Hartawaty Tarigan, mengingatkan, anak sebagai generasi penerus bangsa harus dilindungi oleh semua pihak.

“Masih banyak anak-anak ditemukan yang bekerja ke ladang atau aron, atau pekerjaan lainnya, padahal seharusnya waktunya lebih banyak untuk belajar di rumah. Cegah anak-anak dari kecanduan main game on line, efek negatif main internet harus mendapat pengawasan ekstra orang tua atau keluarga dekat,” serunya.

Hal yang sama dikatakan Ir Arihta Br Tarigan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Karo didampingi pengurus lainnya Anita Br Purba kepada sejumlah wartawan.

Meningkatnya kasus kejahatan seksual terhadap anak mulai dari desa sampai ke kota dipicu dengan merajalelanya tayangan pornografi, narkoba, miras, dan zat adiktif lainnya.

“Lebih mirisnya lagi, penegakan hukum untuk kejahatan seksual maupun tindak kekerasan atau kejahatan lainnya terhadap anak, masih sangat lemah. Jika tidak ditemukan minimal dua alat bukti maka kasusnya tak dapat dilanjutkan alias ‘perdatornya’ bebas,” kecamnya.

Ir Arihta Br Tarigan dan Anita Br Purba menyerukan, saatnya kita jaga anak-anak kita demi masa depan Kabupaten Karo yang lebih baik, jauhkan mereka dari segala tindak kekerasan.

“Dan Jika menemukan tindak kekerasan kepada perempuan maupun anak-anak, segera laporkan,” ajak Ketua dan pengurus P2TP2A Kabupaten Karo itu.

Ditambahkannya, Jumat (26/7/2019) depan, P2TP2A Kabupaten Karo akan melaunching rumah aman.

Sementara, Ketua Umum Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak Indonesia, Arist Merdeka Sirait melalui pesan WhatsApp resminya kepada wartawan menjelaskan, harusnya momentum peringatan hari anak nasional patut di gelar secara meriah guna meningkatkan peran serta pemerintah, masyarakat dan swasta untuk menyelenggarakan upaya pembinaan dan pengembangan anak secara holistik integratif yang berkesinambungan.

“Upaya tersebut ditujukan untuk memenuhi hak-hak anak dan mewujudkan tingkat kesejahteraan anak serta perlindungan yang setinggi-tingginya bagi anak sebagai generasi bangsa,” ungkap Arist Merdeka Sirait.

“Karena belakangan ini banyak kita dengar, lihat dan saksikan betapa buruknya perilaku anak-anak yang mengalami perubahan gaya hidup akibat persaingan global,” kecamnya.

Dengan demikian, sambung Arist Merdeka Sirait, para orangtua harus ekstra hati-hati untuk menjaga anak-anaknya dari pengaruh komunikasi global yang umumnya tidak mencerminkan budaya bangsa lagi. Sejumlah fakta terjadi saat ini, kekerasan terhadap anak ditengah-tengah kehidupan masyarakat terus meningkat tajam.(Herman/wo)