Festival Bunga dan Buah, Bupati Karo Tinjau Pembenahan di Lokasi Acara dan Jalan Alternatif

Pemkab Karo terus upayakan semaksimal mungkin jalan alternatif Sidikalang, Pakpak Bharat, Singkil, Simalungun dan Aceh Tenggara dengan mengambil jalur masuk Tongkoh-dan tembus Desa Sukanalu Kecamatan Barusjahe. Ist

Karo | Jurnal Asia
Menyambut Festival Bunga dan Buah yang akan dilaksanakan besok, Jumat (5/7/2019) Pemda Karo terus berupaya semaksimal mungkin, berbenah dan menata dari dalam lingkup titik lokasi acara di taman mejuah juah dan sekitarnya.

Serta tidak luput juga pengalihan jalan alternatif bagi yang tidak lewat Berastagi, sudah direncanakan saat hari “H” Festival Bunga dan Buah.

“Jalan alternatif ini untuk mendukung bagi masyarakat yang menuju ke daerah  Sidikalang, Pakpak Bharat, Singkil, Simalungun, Aceh Tenggara (Kotacane) datang dari Medan agar mengambil jalur masuk Tongkoh-Sukanalu Kec. Barusjahe tembus di Tiga Panah, alternatif ini untuk menghindari antrian panjang diseputar Berastagi,” ujar Bupati Karo Terkelin Brahmana disela-sela melakukan action pengecekan ruas jalan alternatif Tongkoh-Sukanalu, Kamis (4/7/2019).

Pengecekan ini didampingi sejumlah OPD Kepala Dinas PUPR Paten Purba, Kepala Bappeda Nasib Sianturi, Kabid Bina Marga PUPR Mitcon Purba, Camat Barus Jahe Kalsium Sitepu.

Menurut Terkelin, action ini dilakukan untuk mempermudah akses jalan alternatif yang akan dilalui pada saat festival yang akan digelar 5-7 Juli 2019 bagi masyarakat  yang mengambil jalan alternatif untuk segala jenis kendaraan.

“Untuk itu, sepanjang jalan kita cek, ternyata ada satu ruas jalan di Desa Sukanalu yang wajib kita lakukan penimbunan, karena jalan ini hampir habis, membentuk lubang yang besar dan menganga, serta sangat membahayakan para pengemudi,” ujarnya.

“Iya, ini harus kita wanti wanti, supaya arus lalu lintas tidak macet, jangan kita biarkan semakin dalam lubang ini yang sekarang saja sudah kedalaman 10 meter, cukup membahayakan sekali,” sambungnya.

Terkelin mengimbau, bagi masyarakat yang biasa melintas kota Berastagi, dengan tujuan ke daerah lain, kiranya mengambil jalan alternatif Tongkoh-Sukanalu untuk menghindari kemacetan berjam jam.

Sementara Kepala Bappeda Nasib Sianturi mengakui jalan ini memang sudah masuk jalan provinsi namun belum ada berita serah terima (BST). “Sehingga apa yang disampaikan Bupati Karo bahwa ini bagian dari force majeure maka untuk itu dalam penimbunan Pemkab Karo yang bertanggungjawab,” ungkapnya.

Selain itu, action menimbun ini sangat menunjang kelancaran arus lalu lintas jika jalan ini tidak menganga lagi, sebab beberapa ruas jalan kota inti di Berastagi akan direkayasa oleh pihak lantas polres lantas Karo sehingga jalan alternatif ini akan difungsikan maksimal.

Kepala PUPR melalui Kabid Bina Marga Mitcon Purba, membenarkan bahwa action ini untuk mengimbangi Festival Bunga dan buah tanggal 5 – 7 juli 2019, sehingga ada beberapa ruas jalan yang diperbaiki salah satunya menimbun lubang yang menganga dengan kedalaman 10 meter.

“Iya, dum truck sudah kita kerahkan ke lokasi membawa tanah timbun, yang penting penimbunan sampai tidak seperti kondisi  sekarang ini, dan tidak membahayakan lagi,” tandasnya.(wo/Herman)