2018, Realisasi Produksi Tambang Emas Martabe Capai 412 Ribu Ounce

Penuangan : Karyawan Tambang Emas Martabe sedang melakukan penuangan emas dan perak di gold room, pabrik pengolahan.Ist

Parapat | Jurnal Asia
Realisasi produksi emas PT Agincourt Resources pengelola Tambang Emas Martabe di tahun 2018 mencapai 412.000 ounce. Pencapaian tersebut melampaui target awal sekitar 350.000 ounce.

Senior Manager Mining Agincourt Resources, Rahmat Lubis di Parapat mengatakan, produksi Tambang Emas Martabe terus naik sejak 2017. Pada 2017, produksi emas sudah 352.000 ounces dari 2016 yang masih 309.000 ounces.

“Di 2018 kemarin, realisasi produksi di atas target atau mencapai 412.000 ounce,” katanya, di Parapat.

Berbicara target tahun 2019 ini, lanjutnya, masih sama dengan target 2018 sebanyak 350.000 ounce.

walau di 2018 realisasi sudah terealisasi 412.000 ounce. Menurut dia, kebijakan tidak mengubah target itu karena perusahaan tidak mau membuat angka muluk-muluk.

Dalam meningkatkan kinerja perusahaan seperti menaikkan produksi, kata dia, Agincourt membuat Martabe Improvement Program (MIP). MIP merupakan usaaha berkelanjutan Tambang Emas Martabe untuk mengoptimalkan aset, penggunaan biaya, efisiensi dan produktivitas serta meningkatkan arus kas.

“Target kami menjadi produsen emas yang efisien dengan AISC di bawah 600 dolar AS per ounce dan memproduksi lebih dari 300.000 ounce per tahun,” katanya.

Untuk mencapai itu, mereka melakukan dengan mengoptimalisasikan produksi tambang dan kapasitas pabrik pengolahan maksimal 5,5 mtpa. Kemudian mengurangi biaya produksi, material, suplai dan servis serta menurunkan pembiayaan unit.

Ahli pertambangan, Mangantar S Marpaung menyebutkan, investasi tambang perlu didukung penuh karena pertambangan adalah incestasi langsung yang menggerakan perekonomian secara ril dan termasuk menciptakan lowongan kerja.

“Kehadiran tambang bisa membentuk kota baru, kawasan ekonomi baru, infrastruktur baru sertabmeningkatkan standar dan kualitas hidup masyarakat,” tandasnya.(nty)