Vishal Tulsian Ceritakan Kiat Sukses Bangun Fintech Pertama di Indonesia 

 

Managing Director Amar Bank, Vishal Tulsian.Ist

Jakarta | Jurnal Asia
Sejak hadir di Indonesia pada 2014, Tunaiku, pionir Financial Technology (fintech) dari Amar Bank mengalami perkembangan yang sangat cepat. Jumlah penyaluran kredit meningkat dengan cepat dari Rp200 miliar tumbuh menjadi Rp1 triliun.

Jumlah install aplikasi yang mencapai 1 juta orang lebih dan jumlah nasabah yang mencapai lebih dari 200 ribu orang memperlihatkan pertumbuhan yang siginifikan. Sukses saat ini dengan penyaluran kredit yang cukup besar, tidak lepas dari kerja keras di masa lalu.

Managing Director Amar Bank, Vishal Tulsian mengatakan, di 2014 lalu, jenis perusahaan berbasis fintech belum begitu terlalu dikenal di Indonesia. Namun dengan kerja keras dan usahanya serta atas izin dan bantuan dari pemerintah Indonesia, Vishal berhasil membangun Tunaiku sebagai perusahaan fintech pertama di Tanah Air yang saat ini dikenal luas.

Ketika Vishal datang ke Indonesia lima tahun silam, dia melihat peluang untuk fintech yang belum berkembang. Padahal, fintech memiliki misi sosial di dalamnya.

“Saya mencoba mencari di mana atau dalam hal apa teknologi dapat memberikan dampak yang berarti. Teknologi dapat memberikan dampak efisiensi dan ini merupakan tema utama yang terjadi di Dunia Barat,” katanya, Selasa (18/6).

Sedangkan di Indonesia, katanya, teknologi dapat memberikan dampak yang lebih besar, tidak hanya soal efisiensi, teknologi seharusnya dapat mengurangi kesenjangan dan memberikan dampak positif pada kehidupan masyarakat. Karena itu, ia membuat produk untuk mereka yang belum atau kurang terlayani (unbankable) oleh layanan perbankan.

“Saya yakin teknologi keuangan akan berkembang dan akan diadopsi di Indonesia,” lanjutnya.

Awalnya, memang tidak mudah mendirikan Tunaiku di Indonesia. Perjalanannya mulai dari datang ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga berhasil mendapatkan izin dari pemerintah dan akhirnya berdirilah platform Tunaiku sebagai produk pinjaman tanpa agunan Amar Bank.

Menurut pria lulusan master dari Harvard Business School, ide membangun Tunaiku, diadopsi dari beberapa perusahaan fintech di Eropa. Melihat populasi masyarakat Indonesia yang berjumlah 250 juta orang Indonesia, hanya sekitar 40 juta penduduk itu yang terlayani atau punya akses ke perbankan. Dari situ kemudian muncul pemikiran untuk menciptakan pasar melalui teknologi.

Pada awal Tunaiku beroperasi, sebagian besar dana pinjaman yang berhasil disalurkan digunakan oleh penerima pinjaman untuk membiayai kebutuhan sehari-hari yang mendesak, seperti, pengobatan ke rumah sakit. Sekarang, lebih banyak dari mereka meminjam untuk merenovasi rumah, modal usaha mikro, dan pendidikan.

Pertumbuhan Amar Bank ini turut berperan pada pertumbuhan kredit perbankan di Indonesia yang mencapai 12,45% di sepanjang tahun 2018. Dari sisi rasio net pinjaman bermasalah (NPL) pada 2018 mencapai -0.61 persen.

Layanan Tunaiku saat ini tersedia di 16 kota besar. Nilai pinjaman yang ditawarkan berkisar Rp2 juta sampai dengan Rp20 juta dengan tenor pinjaman 6-20 bulan.

Angka ini, menurut OJK, sudah melebihi target yang sudah ditentukan. Pertumbuhan ini memperlihatkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap produk perbankan yang menyediakan layanan kredit serta layanan perbankan lainnya.

Mengenai strategi tahun 2019, Vishal berharap Tunaiku dapat menjangkau segmen yang lebih luas, termasuk pengusaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Tunaiku saat ini tengah mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan apa saja yang diperlukan oleh pelaku UMKM. Jadi kami berencana meluncurkan fitur spesial untuk pelaku UMKM. Fitur tersebut juga tentunya untuk membantu, sesuai kebutuhan mereka,” ujarnya.

Vishal melanjutkan, Tunaiku sebagai bagian dari Amar Bank memiliki visi untuk membawa senyum bagi 200 juta wajah pada tahun 2025. Ia berharap kehadiran Tunaiku sebagai pionir fintech di Indonesia dapat terus memberikan nilai positif bagi masyarakat yang sudah merasakan manfaat langsung dari layanan Tunaiku.

“Dan kami akan terus berupaya meningkatkan layanan sekaligus memberikan yang terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tutupnya.(nty)