Virus Corona Diprediksi Guncang Ekonomi Sumut

 

Kepala BI Perwakilan Sumut, Wiwiek Sisto Widayat.Netty

Medan | Jurnal Asia
Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara (Sumut) diprediksi bakal “diguncang” oleh penyebaran virus corona. Awalnya, target pertumbuhan dipatok tumbuh 5,1-5,5% di tahun 2020, bisa saja akan dikoreksi menjadi sekitar 5-5,4%.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumut, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, hingga saat ini masih dihitung dampaknya ke PDRB Sumut. Setelah itu, bisa dipastikan berapa koreksi pertumbuhan ekonomi Sumut.

“Namun untuk saat ini, mungkin sekitar 5-5,4%. Tapi yang jelas, tidak akan di bawah 5%,” katanya di Medan, Selasa (11/2/2020).

Ia menjelaskan, koreksi pertumbuhan ekonomi Sumut akibat virus corona juga merujuk pada World Bank yang telah merevisi pertumbuhan ekonomi global termasuk Indonesia. Jadi jika pertumbuhan ekonomi secara nasional akan dikoreksi, Sumut pasti akan menyesuaikan.

Penurunan ekonomi akibat virus corona tidak terlepas dari China yang merupakan lokomotif dunia. Banyak negara yang mengekspor produk-produk ke China dan sekarang harus terhenti maka tidak heran, ekonomi China pun bakal terpuruk karena virus ini.

Menurut Wiwiek, jika pertumbuhan Cina turun 1% saja, maka ekonomi Indonesia akan terkoreksi 0,3%. Karena itu, BI sendiri akan membuat pandangannya terkait ekonomi Indonesia pasca kasus virus Corona dan akan ada proyeksi-proyeksi baru.

“Diperkirakan, pasti terlihat di semester I tahun ini. Apalagi, dampaknya ke Sumut bukan hanya dari Cina tapi juga negara-negara lain yang juga terdampak karena virus corona,” pungkasnya.(nty)