Stok Beras Bulog Sumut Capai 66.682 Ton, Ketersediaan Cukup untuk 10 Bulan

Berbincang : Kepala Perum Bulog Divre Sumut, Basirun (tengah) sedang berbincang dengan sejumlah Kabid di kantor Bulog Divre Sumut, Jumat (15/3). Netty

Medan | Jurnal Asia
Perum Bulog Divisi Regional Sumatera Utara (Divre Sumut) memiliki ketersediaan stok beras sebanyak 66.682 ton per 15 Maret 2019. Dengan ketersediaan stok sebanyak itu, diprediksi ketahanan stok sampai dengan lebih 10 bulan ke depan.

Kepala Perum Bulog Divre Sumut, Basirun mengatakan, pemerintah senantiasa menjaga ketahanan pangan masyarakat. Salah satunya melalui komoditas beras baik dari sisi ketersediaan ataupun harga beras di pasaran.

“Data di Bulog, persediaan beras per 15 Maret 2019 mencapai 66.682 ton. Stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sumut hingga 10 bulan mendatang,” katanya di kantor Bulog Divre Sumut, Jumat (15/3).

Harga beras sendiri, kata dia, ada penurunan sedikit demi sedikit karena panen raya di sejumlah daerah. Yang terpantau oleh Perum Bulog untuk beras medium di pasar Medan rata-rata Rp10.500 per kilogram, di Sibolga masih Rp9.500 dan Pematangsiantar Rp9.500 per kg.

Sedangkan untuk Bansos Rastra, dengan kebutuhan per bulan kurang lebih 3.125 ton, Bulog Divre Sumut memiliki stok beras medium CBP sebanyak 22.445 ton setara 7 bulan penyaluran Bansos Rastra. Diasumsikan penyaluran Bansos Rastra hanya sampai dengan bulan April 2019.

Untuk kebutuhan komersial, Bulog Divre Sumut memiliki kelolaan stok sebanyak 42.312 ton beras premium 5 persen (LN Thailand) dan 504 ton beras komersial pengadaan DN. Ketersediaan stok komersial akan dikelola untuk kebutuhan penjualan bidang komersial.

“Ketersediaan stok beras di gudang terdiri dari beras DN (Dalam Negeri) dan beras LN (Luar Negeri). Dengan komposisi sebagian besar merupakan beras LN (India, Pakistan, Vietnam dan Thailand),” ucapnya.

Selain beras lanjutnya, persediaan bahan pangan lainnya juga terbilang aman hingga beberapa bulan ke depan. Seperti gula pasir, persediaan mencapai 7.870 ton di gudang Bulog dan yang dalam perjalan sekitar 3.500 ton dari Jawa Timur.

Sementara untuk daging kerbau beku mencapai 35 ton. Diakuinya, pihaknya masih cukup waktu dalam mempersiapkan kebutuhan daging untuk moment puasa dan Lebaran karena saat ini lebih mengutamakan untuk kebutuhan daging sehari-hari.

“Bulog terus berupaya menjaga ketahanan pangan untuk masyarakat. Dengan adanya pasokan yang ada di gudang Bulog diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan di Sumatera Utara,” pungkasnya.(nty)