Sebulan Ini, Harga Emas Tertekan

 

Logam mulia.Ist

Medan | Jurnal Asia
Harga emas dalam sebulan terakhir ini berfluktuasi setelah mendapatkan angin segar dari kebijakan penurunan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS. Harga emas kembali tertekan setelah Tiongkok dan AS diperkirakan akan kembali melakukan dialog dan pelaku pasar sangat yakin tercipta kesepakatan diantara keduanya.

Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, harga emas tertekan juga disebabkan sejumlah pejabat dari kedua belah pihak turut melakukan hal yang sama. Yakni melontarkan pernyataan yang bernada positif sehingga memunculkan rasa optimis.

“Namun sikap ini tentunya tidak berarti baik bagi semua pihak. Terlebih bagi investor emas yang tentunya akan memperhitungkan kembali portfolio emasnya,” katanya di Medan, Rabu (6/11).

Harga emas sendiri selama satu bulan terakhir bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi. Harga emas sempat menembus level USD1.500 per ons troy, saat Bank Sentral AS memangkas besaran suku bunga acuannya. Tren pelemahan mata uang US Dolar terjadi saat itu dan di sisi lain, emas harganya mengalami kenaikan.

Kondisi justru berbeda saat beberapa hari terakhir di mana AS dan Tiongkok akan melakukan kesepakatan. Harga emas kembali tertekan dan saat ini dijual dikisaran USD1.486,2 per ons troynya.

“Dan masyarakat harus mengetahui beberapa hal, jika kesepakatan dagang antara AS dan Tiongkok tersebut tercapai maka emas berpeluang untuk mengalami penurunan dalam jangka pendek. Namun, jika sebaliknya, maka langsung saja membeli emas,” tukasnya.

Ia menyarankan, jangan beli emas di posisi saat ini karena potensi turunnya masih ada. Lakukan pemantauan secara terus menerus agar memiliki momentum waktu yang tepat untuk membeli emas.

“Saya melihat secara teknikal emas juga akan sulit menembus level 1.500 sampai terkonfirmasi sentiment fundamental yang mampu menggerakkannya,” ucapnya.Netty