SBK Jadi Alternatif Sumber Pembiayaan Perusahaan

 

Sosialisasi Peran SBK Sebagai Sumber Pendanaan Perekonomian Nasional.Netty

Medan | Jurnal Asia
Bank Indonesia (BI) lakukan sosialisasi instrumen Surat Berharga Komersial (SBK) kepada pelaku usaha di Medan. SBK ini bisa dijadikan alternatif sumber pembiayaan modal jangka pendek bagi perusahaan.

Kepala Grup Pengembangan Infrastuktur, Kredibilitas dan Pengaturan Pasar Keuangan, Priyanto Budi Nugroho menilai, SBK ini diperlukan perusahaan-perusahan di Indonesia. Tentunya, dilihat dari sisi penerbitnya, SBK sebagai alternatif pembiayaan jangka pendek yang biasanya untuk menunggu pembiayaan jangka panjangnya atau sebagai alternatif kredit modal kerja.

“Kita harapkan SBK ini berkembang. Di Jakarta sudah ada beberapa perusahaan dan diharapkan menyusul Medan dapat memanfaatkan ini sehingga pembiayaan bisa lebih fleksibel,” katanya pada sosialisasi Peran Surat Berharga Komersial Sebagai Sumber Pendanaan Perekonomian Nasional, Jumat (8/11).

Sedangkan jika dilihat dari sisi investor, lanjutnya, ada alternatif jika ingin menempatkan uang dalam jangka pendek bisa dengan deposito perbankan, SBK dan lainnya.

Untuk pemasaran, terangnya, perusahaan bisa menawarkan ke publik baik perbankan maupun masyarakat umum. Dan secara aturan tidak ada batas maksimal dana yang bisa digalang lewat SBK karena akan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan danĀ  juga potensi dari calon pembeli.

Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Sumut, Ibrahim menambahkan, kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian pelaku pasar bahwa saat ini tersedia instrumen pendanaan jangka pendek. SBK bisa dimanfaatkan oleh korporasi non bank yang memenuhi persyaratan dalam mendapatkan pendanaan jangka pendek di pasar uang.

“Ke depan, BI akan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk melakukan harmonisasi regulasi khususnya regulasi yang mengatur lembaga-lembaga jasa keuangan yang dapat memanfaatkan SBK sebagai alternatif pendanaan jangka pendek dan juga sebagai investasi,” pungkasnya.(nty)