Program Pembayaran Elektronifikasi Fokus di Ritel dan Pariwisata

Direktur BI Kantor Perwakilan Sumut, Andiwiana S.Netty

Medan | Jurnal Asia
Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) memfokuskan program elektronifikasi pembayaran atau ekonomi digital di tiga sektor yakni ritel, transportasi dan pariwisata. Sektor ini dinilai sangat berpotensi untuk berkembang.

Direktur BI Kantor Perwakilan Sumut, Andiwiana S mengatakan, elektronifikasi transaksi tidak bisa dihindari. Hal tersebut karena saat ini digitalisasi sudah menyentuh seluruh sendi kehidupan baik bidang keuangan dan non keuangan.

“Di Indonesia, elektronifikasi transaksi semakin berpeluang karena mengacu pada besarnya jumlah penduduk berusia produktif,” katanya disela Forum Sistem Pembayaran dan Seminar Ekonomi Digital di Medan, Senin (9/9)

Dari 268, 2 juta penduduk Indonesia, lanjutnya, 163 juta berada di usia produktif atau antara 15-64 tahun. Menurut dia, penerimaan  pemerintah daerah melalui PAD memiliki peluang untuk ditingkatkan  hingga 11,1 persen dari saat sebesar Rp12,237 triliun.

Apalagi, kata dia, kalau pembayaran PAD yang saat ini masih fokus melalui ATM dan teller itu bisa dikembangkan ke berbagai kanal basis digital lainnya seperti mobile dan internet banking.

Adapun di pariwisata, elektronifikasi semakin menjanjikan karena kawasan itu terus dikembangkan sebagai kawasan pariwisata prioritas di Sumut.

“Elektronifikasi transaksi di Danau Toba bisa untuk transportasi dan restoran,” ujar Andiwiana.

BI, kata dia, menyadari perlunya sinergi yang baik dan kuat untuk mengembangkan ekonomi digital yang sudah menjadi kebutuhan. Oleh karena itu, katanya, forum itu digelar untuk menguatkan pilar komunitinya.

Penguatan komuniti seperti penguatan  jejaring dan koordinasi berbasis digital diharapkan dapat menciptakan harmonisasi antarregulator dan lainnya. Kemudian “database” untuk perencanaan elektronifikasi dapat terukur dan peningkatan “research” tentang isu-isu terkini di bidang sistem pembayaran.(nty)