Perikanan Jadi Andalan Utama Ekonomi Indonesia

Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan, sektor kelautan dan perikanan saat ini menjadi andalan utama sumber perekonomian Republik Indonesia karena berkelanjutan tidak seperti halnya sektor pertambangan.

“Sumber daya kita yang kaya seperti minyak dan tambang, sudah hampir habis dan tidak akan kembali. Tapi, kita masih punya satu kelautan dan perikanan, sumber daya alam yang sustainable, yang bisa terus-menerus sustain,” kata Menteri Susi dalam acara pelantikan Inspektur Jenderal KKP Muhammad Yusuf di Jakarta, Kamis.

Menurut Susi, hal tersebut dapat tercapai hanya bila sumber daya alam sektor kelautan dan perikanan benar-benar dijaga dengan benar oleh berbagai pihak.

Menteri Kelautan dan Perikanan berpendapat, terbitnya Perpres Nomor 44 tertanggal 18 Mei 2016 adalah salah satu bentuk komitmen Presiden Joko Widodo untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan Indonesia.

Perpres tersebut, yang memasukkan aktivitas perikanan tangkap ke dalam daftar negatif investasi asing, dinilai merupakan sebuah kemenangan nasional milik bangsa Republik Indonesia.

“Itu adalah suatu kemenangan nasional, kemenangan bangsa Indonesia. Tetapi apabila kita tidak bisa menjaga ini, maka habislah sumber daya alam terakhir yang kita punya,” ucapnya.

Menteri Susi juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap sumber daya laut Indonesia yang sangat beragam dan berharga.

Untuk itu, ujar dia, berbagai kebijakan KKP dalam memberantas pencurian ikan seperti moratorium kapal dinilai sudah menunjukkan hasil yang baik dalam menjaga laut. Sementara itu, Muhammad Yusuf dilantik sebagai Inspektur Jenderal KKP menggantikan Andha Fauzie Miraza yang memasuki masa pensiun.

Sebelumnya, Yusuf pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

“Saya ucapkan selamat datang Pak Yusuf dalam tim KKP. Saya sudah bekerja bersama Bapak mungkin sudah cukup lama, meskipun tidak sama-sama di KKP, waktu Bapak masih di PPATK. Waktu itu, bapak membantu kita dalam kerja-kerja kita dengan Satgas untuk menjaga good governance di KKP,” kata Susi.

Kepada Irjen yang baru, Menteri Susi berpesan agar tak goyah atas tekanan yang akan ditujukan kepada Indonesia dari berbagai pihak atas dalam menjalankan komitmen KKP yang telah ditetapkan. (ant)