Penyebab Masalah Arus Kas & Cara Mengelolanya dengan Baik

Jurnal Enterpreneur.ist

Salah satu penentu keberhasilan dalam menjalankan bisnis adalah kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola arus kas. Sepenting itukah? Arus kas merupakan pergerakan uang yang masuk dan keluar di sebuah perusahaan. Seringkali beberapa pengusaha mengesampingkan pengontrolan terhadap arus kas, dan hanya berfokus pada proses produksi dan distribusi. Padahal pengontrolan terhadap arus kas sangatlah penting karena dapat menyebabkan ledakan pengeluaran tanpa disadari jika tidak terkontrol. Bayangkan jika Anda memiliki suatu usaha dengan pemasukan omset setiap harinya sebesar Rp5.000.000,- dan setiap arus kas yang ada tidak pernah dicatat. Tentu akan membingungkan dan tidak terlacak penggunaan setelahnya.

Begini gambaran lebih jelasnya. Misalnya, bisnis Anda setiap harinya memerlukan biaya operasional sebesar Rp2.500.000,- ditambah dengan pengeluaran lainnya seperti kebutuhan karyawan, atau membenarkan beberapa peralatan kerja yang rusak. Pengeluaran biaya operasional sebesar Rp2.500.000,- tentunya sudah bisa dihitung totalnya dalam jumlah yang jelas selama satu bulan. Hal ini pun tentunya sudah ada dalam rencana pengeluaran bisnis Anda selama satu bulan. Namun, pengeluaran lain-lain yang tidak tercatat seperti biaya perawatan alat yang menunjang bisnis Anda dan biaya karyawan tentunya akan menjadi ledakan pengeluaran, diluar rencana bisnis Anda. Jika Anda tidak siap menghadapi ledakan pengeluaran, kemungkinan terburuk adalah kerugiaan dalam menjalankan bisnis.

Apa Penyebab Masalah Arus Kas?

Banyak bisnis yang gulung tikar karena mereka tidak memahami perbedaan antara menghasilkan uang dan mengelola arus kas. Mengatasi masalah arus kas kadang-kadang sesederhana membuka kunci uang yang terikat dalam piutang. Penjualan yang buruk bukan masalah arus kas, hal itu termasuk masalah penjualan atau produk. Masalah arus kas adalah ketika penjualan baik, tetapi kas macet dalam inventaris atau piutang dagang, dan Anda berhutang uang pada orang lain. Uang tunai memang pasti datang, namun belum ada ketika semestinya sudah ada, maka hal itu juga termasuk penyebab masalah arus kas.

Pengelolaan Arus Kas

Peristiwa ledakan pengeluaran, seperti yang dijelaskan di atas, sering menimpa beberapa pebisnis pemula tanpa disadari. Sebenarnya, melakukan pencatatan terhadap arus kas sangatlah sederhana. Ibaratkan Anda memiliki toko donat. Ketika pelanggan membeli donat, uang yang mereka bayarkan untuk donat menghasilkan arus kas masuk. Namun, ketika Anda membeli tepung dan bahan-bahan lain untuk donat Anda, maka Anda menciptakan arus kas keluar. Meskipun terbaca sederhana, tetapi banyak bisnis yang menguntungkan mengalami masalah arus kas.

Untuk mengelola arus kas perusahaan, Anda tidak harus selalu membuat arus kas menjadi positif. Namun, bagi bisnis skala kecil, arus kas memang sebaiknya dijaga selalu positif. Mengapa demikian? Bisnis skala kecil tentunya ingin menghasilkan keuntungan lebih banyak dibandingkan pengeluaran. Sedangkan dalam bisnis skala besar, periode arus kas negatif memang harus dilewati. Perusahaan akan mengalami periode ketika pengeluaran lebih besar daripada pemasukan. Hal tersebut dikarenakan pengeluaran musiman atau karena perusahaan sedang berinvestasi dalam pertumbuhan bisnisnya. Mungkin sulit untuk menyeimbangkan pengeluaran rutin seperti gaji, sewa barang, dan maintance teknologi dengan pendapatan tidak teratur. Akan tetapi, ketika bisnis skala kecil Anda berhasil mencapai arus kas positif secara teratur maka hal tersebut akan menjadi pencapaian sekaligus tanda awal kestabilan perusahaan Anda.

Apa itu Laporan Arus Kas?

Setelah Anda berhasil melakukan pencatatan arus kas, maka setiap periode waktu tertentu bisa dilakukan pengecekan melalui laporan arus kas. Laporan arus kas dikenal untuk melacak uang masuk dan uang keluar selama sebulan penuh atau satu kuartal. Hal ini biasanya akan menunjukkan berapa banyak uang tunai yang dimiliki perusahaan dan memberikan wawasan tentang likuiditas keuangan perusahaan Anda. Laporan arus kas adalah dokumen yang penting bagi perusahaan Anda, sehingga harus Anda simpan dan jangan sampai hilang.

Sementara itu, jika Anda memiliki perusahaan publik seperti Apple, Anda harus merilis laporan arus kas setiap kuartal. Jika Anda belum pernah membuat laporan arus kas setiap kuartal seperti perusahaan Apple, Anda bisa melihat contoh pada perusahaan publik lainnya. Untuk membuat laporan arus kas yang lengkap, dan dapat dijadikan pedoman bisnis, Anda dapat melengkapinya dengan neraca keuangan. Mengapa demikian? Neraca keuangan memberi Anda pandangan keseluruhan tentang keuangan perusahaan yang nantinya akan dibagi dalam aset, kewajiban, dan ekuitas. Baik neraca keuangan maupun laporan keuangan, keduanya akan saling melengkapi. Hal ini dikarenakan saldo kas dari laporan arus kas perusahaan muncul di neraca keuangan juga. Laporan laba rugi menunjukkan pendapatan, pengeluaran, dan laba rugi perusahaan. Dengan begitu, laporan ini akan menawarkan wawasan tentang profitabilitas perusahaan Anda.

Cara Membaca Laporan Arus Kas

Laporan arus kas akan bekerja dengan memecah bisnis Anda menjadi persamaan sederhana seperti berikut ini:

        Biaya operasi + Investasi aset + Pembiayaan = Uang tunai

1. Biaya operasi disebut juga arus kas operasi, biaya operasi menunjukkan berapa banyak yang telah Anda belanjakan atau hasilkan setiap hari. Dalam hal ini termasuk uang tunai yang masuk untuk periode tersebut dan koleksi penjualan yang sebelumnya dilakukan secara kredit, dikurangi berbagai macam biaya reguler.

2. Investasi aset disebut juga sebagai arus kas dari aktivitas investasi, menunjukkan uang tunai yang digunakan untuk menjual atau membeli aset modal jangka panjang untuk bisnis Anda. Aset ini dapat berupa peralatan, properti, mesin, kendaraan, perabotan, atau sekuritas investasi.

3. Pembiayaan memiliki definisi uang dalam bentuk fisik yang diterima dari atau dibayar kepada pemberi pinjaman, kreditor lain, dan investor (jika Anda memilikinya). Untuk perusahaan publik, di sinilah arus kas dari penjualan saham dan obligasi, pembayaran dividen, atau pelunasan modal utang dilaporkan.

Saat ini hampir setiap bisnis beralih dari Excel ke software akuntansi seperti Jurnal. Melalui software Jurnal, Anda bisa mengelola arus kas dengan lebih efektif dan efisien. Selain itu, dengan memanfaatkan Jurnal, maka Anda akan meminimalisir kesalahan perhitungan arus kas. Penasaran bagaimana kehebatan Jurnal dalam membantu perusahaan mengelola asetnya? Coba gratis Jurnal sekarang!

(Nty)