Penurunan Ekspor Karet Sumut Terus Berlanjut

 

Karet asal Sumut.Netty

Medan | Jurnal Asia
Penurunan volume ekspor karet asala Sumatera Utara (Sumut) terus berlanjut. hingga posisi September 2019, ekspor karet Sumut sebanyak 308.487 ton, hal ini akibat perekonomian dunia masih melemah.

“Pada periode Januari-September 2018, volume ekspor karet Sumut masih bisa 346.610 ton,” kata Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah, Senin (14/10).

Penurunan ekspor dampak terjadi pelemahan ekonomi secara global yang berdampak pada berkurangnya permintaan karet di pasar internasional. Penurunan permintaan terbesar terjadi dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Amerika Serikat dan Jepang yang memang tercatat sebagai negara pembeli karet terbesar dunia.

“Penurunan permintaan juga dampak masih banyaknya stok karet di tangan pedagang,” terangnya.

Dengan menurunnya ekspor hingga September, maka diyakini total ekspor karet Sumut sepanjang tahun 2019 lebih rendah dari 2018. Pada 2018, volume ekspor karet Sumut masih bisa 456.536 ton.

Penurunan volume ekspor karet Sumut memang sudah terjadi sejak 2018. Pada 2017, volume ekspor karet Sumut sudah mencapai 512.725 ton atau lebih tinggi dari angka di 2018 yang sebesar 456.536 ton.

“Untuk harga jual ekspor karet Sumut masih berfluktuasi di kisaran 1,3 dolar AS per kg,” ucapnya.(nty)