Pengusaha Travel Terancam Gulung Tikar Gara-gara Virus Corona

Kondisi di Bandara Kualanamu, Jumat (20/3/2020).Netty

Medan | Jurnal Asia
Penyebaran virus corona (Covid-19) yang telah ditetapkan WHO sebagai pandemi global memberi dampak ke berbagai sektor. Begitu juga dengan bisnis jasa penjualan tiket penerbangan.

Penurunan penjualan tiket penerbangan untuk rute internasional maupun rute domestik mulai terjadi sejak akhir Februari.

Pemilik Maju Ika Travel, Joelaika mengatakan, penurunan penjualan tiket ini dipicu penyebaran virus corona.

“Dalam minggu ini penjualan tiket bahkan nyaris kosong,” katanya, Jumat (20/3/2020).

Joelaika menyebutkan, saat ini aktivitas biro travelnya fokus kepada refund tiket baik untuk rute internasional mau pun domestik.

“Aktivitas kita sekarang hanya fokus pada proses refund lah,” kata Joelaika.

Dihubungi terpisah, pemilik Wie Travel Erwin Wie mengakui hal yang sama. Harga tiket penerbangan yang murah belum memberi dampak pada penjualan tiket pesawat.

“Ini udah tiga hari kami tidak jual tiket, padahal biasanya bisa jual 50 seat,” kata Erwin.

Erwin menyebutkan, penurunan penjualan tiket sudah terjadi sejak akhir Januari untuk rute domestik mau pun internasional.

Biasanya kata Erwin, ia banyak menjual tiket ke Jakarta, Surabaya dan Bali. Sementara rute internasional yang paling banyak dipesan konsumen ke Malaysia, Thailand, Tiongkok dan juga Hongkong.

“Konsumen kita itu banyakan langganan, hampir 70 persen yah, banyakan pengusaha,” katanya lagi.

Erwin memprediksi jika kondisi ini terus berlangsung, maka usahanya hanya bisa bertahan hingga 3 bulan ke depan.

“Itu udah paling lama itu mbak, kita bisa bertahan,” tambahnya.

Sejumlah maskapai penerbangan mulai menurunkan harga tiket pesawat. Saat ini, harga tiket pesawat dijual di kisaran harga Rp600 ribu dari biasanya dijual di harga Rp1,5 juta dengan tujuan Medan-Jakarta.(nty)