Pengamat Ekonomi : Harga Komoditas Pangan Berpeluang Turun

 

Pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin.Ist

Medan | Jurnal Asia
Lebaran telah usai, liburan panjang juga sudah berakhir, aktivitas masyarakat sudah 100 persen kembali normal. Namun sejumlah kebutuhan pokok masih saja terbilang mahal meskipun Lebaran telah lewat.

Beberapa komoditas pangan yang masih bertahan mahal diantaranya adalah cabai merah dikisaran Rp50 ribu per kilogram (kg). Sementara itu, cabai rawit juga bertahan mahal di angka Rp50 ribu per kg.

Pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, harga pangan sebesar itu memang masih mahal meskipun jauh lebih baik dibandingkan harganya saat lebaran. Tetapi harga cabai yang bertahan Rp50 ribu ini masih lebih mahal 0.75 kali dibandingkan harga idealnya.

“Harga cabai ini saya pikir masih berpeluang untuk mengalami penurunan dalam waktu dekat. Saya melihat kenaikan harga cabai ini didominasi oleh masalah produktivitas di tingkat petani,” katanya, Selasa (18/6).

Dikatakannya, erupsi gunung Sinabung sebelumnya membuat panen petani mengalami gangguan. Banyak tanaman cabai dan sayuran yang terpaksa tidak dipanen sehingga mengakibatkan harganya mengalami kenaikan.

Sementara itu, lanjutnya, untuk harga bawang merah yang di level Rp30 ribuan saat ini dinilai masih dalam rentang harga yang ideal. Sedangkan untuk harga ayam ras perlahan sudah mulai mengalami pemulihan. Di mana harga daging ayam yang saat ini dijual dikisaran Rp33 ribu per kg terbilang sedikit lebih mahal dari harga normalnya

“Namun saya juga yakin harga daging ayam tersebut nantinya akan kembali pulih dalam waktu dekat,” ujarnya.

Untuk bawang putih yang diperdagangkan di level 40 ribu per kg, memang terbilang masih mahal. Hanya saja harga bawang putih tersebut yang mayoritas di datangkan dengan cara impor, harganya perlu melihat harga dasar bawang putih dari negar asalnya.

Dirinya melihat tren penurunan yang sulit terjadi pada bawang putih lebih dikarenakan harga yang memang lebih mahal dari harga sebelumnya untuk bawang putih di negara eksportir.

Sementara untuk harga sayur-sayuran dan sejumlah kebutuhan pangan lainnya. Ia menilai erupsi Sinabung masih akan berpengaruh setidaknya hingga di pekan depan sampai benar-benar petani di wilayah Kabupaten Karo kembali memulai aktifitasnya dan produktifitas kembali normal. Dengan catatan tidak ada erupsi selanjutnya yang merubah ekspektasi harga.

“Saya melihat sekalipun komoditas cabai masih bertahan mahal, namun dengan harganya yang sekarang ini saya yakin harga cabai berpeluang menyumbang deflasi di bulan Juni ini,” pungkasnya.(nty)