Pemkab Deli Serdang Ajukan Tambahan 25 Ribu Sambungan Jargas

Prasasti : Wamen ESDM, Arcandra Tahar (tengah) menandatangani prasasti disela peresmian jaringan gas bumi rumah tangga di Deliserdang, Rabu (6/3).Netty

Deliserdang | Jurnal Asia
Pemerintahan Kabupaten Deliserdang mengajukan tambahan 25 ribu sambungan  jaringan gas (jargas) bumi ke pemerintah. Pasalnya, sudah 5.560 rumah tangga di kecamatan Tanjung Morawa sudah merasakan manfaat dan efesiensi menggunakan jargas bumi.

Wakil Bupati Deliserdang, Zainuddin Mars mengatakan, ini pertama kali masyarakat Deli Serdang menikmati jargas. Dan sudah 5.560 rumah tangga terpasang sambungan jargas.

Dirincikannya, daerah Kecamatan Tanjung Morawa Deliserdang dengan penduduk 100 ribu lebih tentunya belum semua dapat menikmati jargas. Karenanya, ia meminta pemerintah dapat menambahkan Sambungan Rumah (SR) sekitar 25 ribu lagi.

“Kami memohon dapat menyediakan 25 ribu sambungan jargas lagi di daerah kami. Semoga tambahan yang 25 ribu ini bisa cepat terealisasi,” katanya disela peresmian jaringan gas bumi rumah tangga di Deliserdang, Rabu (6/3).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar mengatakan, dari sisi gas, pemerintah bisa menyediakan lebih dari 25 ribu rumah tangga. Namun, yang menjadi kendala adalah dari sisi penyediaan saluran jargas ke rumah tangga sebab dibutuhkan biaya sekitar Rp8-Rp10 juta per rumah tangga.

Dia menyebutkan, untuk harapan Wakil Bupati Deliserdang, Zainuddin Mars agar jargas bumi di Deliserdang bisa sebanyak 25.000 Sambungan Rumah (SR) dibutuhkan sekitar Rp250 miliar. Dan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) terbatas tahun ini.

“Untuk memasang saluran jargas ke rumah warga menggunakan dana APBN. Dana APBN kita masih terbatas, walau untuk kepentingan pembangunan termasuk jargas rumah tangga, pemerintah sudah menekan/mengurangi atau efisiensi belanja non fisik,” ucapnya.

Ia merinci, di tahun 2010-2014 dana APBD yang dikucurkan pemerintah mencapai Rp1.500 triliun. Dan tahun ini hanya dikisaran Rp700 triliun, dari jumlah tersebut dipakai untuk belanja non fisik dan
belanja fisik.

Jadi, terangnya, ada dana sekitar Rp350 triliun dipakai untuk belanja fisik seperti pembangunan jaringan gas, pembuatan sumut bor dan penerangan jalan umum, tenaga surya dan lainnya. Menurutnya, APBN harus digunakan dengan sebaik-baiknya agar merata ke daerah lainnya.

“Memang pembangunan jargas harus bertahap. Tetapi jika ada dana APBD dari pemerintahan Deliserdang yang bisa dialokasikan ke jargas, yang 25 ribu ini bisa terealisasi dengan segera,” tandasnya.

Dia berharap masyarakat menggunakan jargas bumi itu dengan baik agar investasi tidak sia-sia.(nty)