Pasca Lebaran, Pertamina Tambah Pasokan Elpiji Subsidi Sebesar 5 Persen

Petugas Pertamina sedang berjaga di panggalan elpiji.Ist

Medan | Jurnal Asia
Pasca Lebaran 2019, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I melanjutkan peningkatan penyaluran elpiji 3 kilogram di wilayah Sumatera Utara (Sumut). Periode 6 hingga 11 Juni tercatat penambahan elpiji subsidi sebesar 5 persen dibanding konsumsi normal.

Unit Manager Communication & CSR MOR I, Roby Hervindo menjelaskan, tak kurang dari 403.360 tabung elpiji per hari dikucurkan sejak 6 Juni lalu. Total 2,6 juta tabung elpiji digunakan masyarakat Sumut pasca Lebaran. Pangkalan siaga tetap melayani masyarakat meski hari libur.

Roby menambahkan, peningkatan penyalura elpiji ini berlanjut sejak sebelum Lebaran. Periode 1 sampai 5 Juni, penyaluran juga bertambah sebesar 6 persen ketimbang kondisi normal. Setara 407.115 tabung per hari disalurkan di Sumut mencapai total 2,03 juta tabung.

“Kami pantau, kebutuhan elpiji masyarakat pasca lebaran memang masih meningkat. Budaya mengunjungi kerabat dan kegiatan wisata mendorong kebutuhan elpiji,” katanya, Kamis (13/6).

Roby merinci, peningkatan penyaluran juga menyentuh Kabupaten Serdang Begadai, Simalungun dan Labuhan Batu Selatan yang sempat dilanda isu kelangkaan. Labuhan Batu mendapat tambahan penyaluran terbesar hingga 28 persen.

Hal ini juga untuk meredam aksi pengecer yang menaikkan harga elpiji. Sementara Serdang Begadai dan Simalungun menerima penambahan 8 persen dibanding normal.

Untuk menekan timbulnya isu kelangkaan yang dimanfaatkan pengecer, satgas Pertamina MOR I melakukan inspeksi ke pangkalan. Kembali ditekankan pada pangkalan untuk tidak menjual elpiji 3 kg kepada pengecer dan agar menjual sesuai harga eceran tertinggi (HET).

“Untuk memastikan pemenuhan kebutuhan elpiji bersubsidi, Pertamina MOR I memperkuat ketahanan stok. Rata-rata stok yang tersedia, mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 20 hari ke depan,” tutupnya.(nty)