Pasar Keuangan dalam Tekanan, IHSG dan Rupiah Terus Bergejolak

Ilustrasi kinerja IHSG.Ist

 

Medan | Jurnal Asia
Selama sesi perdagangan kedua, tepat pukul 15.02, perdagangan IHSG sempat dihentikan sementara karena melemah lebih dari 5%. Ini merupakan penghentian sementara kedua kalinya di bulan ini.

Analis Pasar Keuangan, Gunawan Benjamin mengatakan, fluktuasi IHSG pada hari ini terbilang sangat tajam meski tetap dalam teritori negatif. Membaiknya indeks futures di sejumlah bursa di AS ternyata tidak mampu menjadi katalis penguatan pada IHSG.

“Sejauh ini, pasar masih terus di bawah tekanan. Kebijakan pemangkasan suku bunga acuan bank sentral seperti AS ternyata belum berhasil meredam gejolak harga,” katanya, Selasa (17/3/2020).

Kinerja IHSG setelah dibuka kembali ternyata masih tetap melanjutkan tren pelemahannya. Meskipun ditutup melemah 4.98% di level 4.456,74.

Kebijakan menurunkan suku bunga acuan untuk melawan corona belum berhasil. Pelaku pasar justru semakin panik. IHSG sendiri mengalami penurunan yang trennya kian membesar menjelang penutupan perdagangan.

“Tekanan yang membesar tersebut menunjukan pelaku pasar lebih memilih untuk keluar ketimbang menerima risiko yang besar serta tidak bisa diprediksikan di kemudian hari,” ujarnya.

Seiring dengan pelemahan IHSG, mata uang rupiah sore ini melemah di level 15.170 per us dolar. Pelemahan rupiah sangat signifikan dan pelemahannya menjadi salah satu indikator ekonomi makro yang buruk saat ini.(nty)