Panen Raya, Harga Gabah Turun

Gabah : Seorang pekerja sedang menjemur padi, Senin (4/3). Netty

Medan | Jurnal Asia
Harga jual gabah kering di daerah Deli Serdang saat ini masih dikisaran Rp4.300 per kilogram (kg). Harga tersebut turun sekitar Rp500 per kilogram jika dibandingkan sebelumnya Rp4.700-4.800 per kg.

Seorang petani di Deli Serdang, Yono mengatakan, harga gabah yang baru dipanen (basah) dijual ke penampung gabah sekitar Rp4.300 per kg. Sedangkan untuk gabah kering Rp5.600 per kg.

“Kalau di desa, petani itu tidak langsung menjual ke pabrik tetapi ke penampung gabah. Harganya turun dibandingkan panen sebelum karena sedang panen raya dibeberapa daerah seperti Aceh, Serdang Bedagai, Rantauprapat, Deli Serdang dan lainnya,” katanya, Senin (4/3).

Begitupun, lanjutnya, harga gabah yang turun masih memberikan keuntungan bagi petani.
Keuntungan tersebut masih bisa menutup ongkos produksi dan sisa keuntungannya bisa untuk biaya mengolah sawah musim tanam selanjutnya serta untuk biaya hidup sehari-hari.

Ia menjelaskan, setiap 1 hektare lahan menghasilkan gabah kering panen rata-rata 7 ton. Dengan harga gabah kering giling (GKG) Rp5.600 per kilogram.

Sementara, Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumut, Bismark SP Sitinjak mengungkapkan, pada Februari 2019, Nilai Tukar Petani Pangan atau padi dan palawija (NTPP) mengalami penurunan sebesar 0,95 persen. Dan hal ini karena perubahan indeks harga yang diterima petani (It) (-1,09 persen) lebih rendah dibandingkan perubahan pada Indeks harga yang dibayar petani (Ib) (-0,15 persen).

Perubahan yang terjadi pada Itu kelompok palawija, katanya, karena indeks kelompok padi turun sebesar 1,02 persen yakni dari 132,58 menjadi 131,22. Sedangkan It kelompok palawija turun sebesar 1,26 persen yaitu dari 136,93 menjadi 135,22.

“Di sisi lain, perubahan penurunan pada Ib terjadi karena perubahan pada Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) turun 0,27 persen. Sedangkan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal naik 0,26 persen,” tandasnya.(nty)