Natal dan Tahun Baru, Penyerapan Daging Beku Capai 20 Ton

Medan | Jurnal Asia
Perum Bulog Divisi I Sumatera Utara (Sumut) mencatat penyerapan daging kerbau beku saat Natal 2018 dan tahun baru 2019 masih rendah. Volume penyerapan masyarakat sekitar 20 ton.

“Penyerapan daging kerbau beku di momen Natal dan tahun baru hanya sekitar 20 ton. Dipastikan, stok daging kerbau beku Sumut cukup aman hingga beberapa bulan ke depan atau ada 56 ton,” kata Kepala Bulog Divre Sumut, Benhur Ngkaimi.

Benhur melanjutkan, serapan yang rendah di Natal dan Tahun Baru 2019 karena harga jual daging segar relatif stabil atau di kisaran Rp110.000 – Rp120.000 per kg.

“Ya karena harga daging segar tidak mengalami lonjakan, masyarakat tidak banyak yang membeli daging kerbau beku,” tandasnya.

Padahal, ujar Benhur, sebelum Natal dan Tahun Baru, Bulog sudah menggelontorkan daging beku itu ke daerah-daerah yang berpotensi mengalami kenaikan harga daging menjelang Natal dan Tahun Baru 2019.

Daerah yang dialokasikan daging kerbau beku itu antara lain Pematang Siantar, Sibolga, Dairi, dan Pematang Siantar. Daerah itu jadi sasaran Bulog karena kawasannya rentan mengalami lonjakan harga daging.

“Karena awalnya Bulog memperkuat stok untuk Natal dan Tahun Baru 2019, namun ternyata serapannya rendah, jadi stok daging Bulog masih cukup aman hingga beberapa bulan ke depan,” ujarnya.

Dengan stok yang banyak  diharapkan bisa terus meredam kenaikan harga jual berbagai jenis daging di tahun 2019 ini. Harga daging kerbau beku itu tetap harus dijual dengan harga paling tinggi Rp80.000 per kg sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut, Alwin Sitorus menyebutkan, berdasarkan pantauan dan laporan pedagang daging, pasokan dan harga daging sapi cukup stabil. Tim Disperindag Sumut dan  Tim Satgas Pangan Sumut terus melakukan pantauan dan pengawasan di lapangan untuk menjaga kestabilan harga di pasar.

“Tidak ada alasan harga naik karena stok termasuk daging kerbau beku cukup aman,” tegasnya. (net)