Merosot Tajam, Harga Ayam di Tingkat Peternakan Hanya Rp14 Ribu Per Kilogram

Seorang peternak ayam di Deli Serdang.Netty

Medan | Jurnal Asia

Harga ayam di tingkat peternak di Medan dan sekitarnya hanya Rp14.000 hingga Rp14.500 per kilogram (kg). Harga ini merosot tajam dibandingkan pekan lalu yang berkisar Rp18.000 hingga Rp19.000/kg.

Seorang peternak ayam di Deli Serdang, Sarmini mengatakan, harga Rp14.000 per kg saat ini membuat sejumlah peternak ayam kelimpungan. Ini karena harga tersebut jauh di bawah harga modal peternak sebesar Rp 23.000/kg.

“Harga tangkap agen ayam di kandang mulai merosot drastis sejak tiga hari belakangan. Kami semakin kewalahan menutupi biaya produksi,” katanya, Rabu (7/8).

Ia mengatakan, penjualan peternak juga lesu di tengah harga yang anjlok. Tidak heran jika banyak yang mengeluh karena produksinya tidak semua bisa tertampung pasar.

“Karena itu, untuk saat ini beberapa peternak ayam hanya memproduksi sesuai pesanan dan jumlah yang lebih sedikit jika di luar pesanan,” ucapnya.

Ia merinci, saat ini, harga bibit dan pakan ternak masih mahal. Untuk bibit, harganya kini Rp6.500 per ekor dari sebelumnya Rp6.000 per ekor. Sementara pakan juga mahal yakni Rp410.000 per sak ukuran 50 kg.

“Jika terus seperti ini, peternak pasti akan gulung tikar. Padahal banyak peternak yang hanya mengandalkan pendapatan dari beternak ayam,” tandasnya.

Data Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, daerah ini mampu memproduksi ayam sekitar 130 juta ekor per tahun. Dari jumlah tersebut, yang siap potong sekitar 300.000 ekor per hari atau 108 juta ekor​ per tahun. Untuk sentranya berada di Langkat, Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Deli Serdang, Batubara dan Asahan.

Menyoal kebutuhan ayam di Sumut, jumlahnya sebanyak 169,23 ton per hari. Sumut surplus 115,57 ton karena mampu memproduksi daging ayam sebanyak 284,8 ton per hari.

“Sumut memang surplus untuk produksi ayam. Bahkan 30 persen dari produksi itu dikirim ke daerah luar Sumut,” kata Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut Ahmad Syafri Nasution.(nty)