Mandiri Syariah Bekerjasama dengan AMPHURI Tangani Haji dan Umroh

 

Penandatanganan kerjasama Mandiri Syariah dan DPP AMPHURI.Ist

Medan | Jurnal Asia
PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI). MoU meliputi penggunaan layanan jasa dan produk perbankan berdasarkan prinsip syariah bagi 428 travel anggota AMPHURI.

Penandatanganan dilakukan Senior Executive Vice President (SEVP) Distribution and Sales Mandiri Syariah, Anton Sukarna dan Ketua Umum DPP AMPHURI H Joko Asmoro, SE. MM pada acara sosialisasi program Safe Haji Umrah di Jakarta, Minggu (1/12/2019)

SEVP Distribution and Sales Mandiri Syariah, Anton Sukarna menjelaskan, program Safe Haji Umrah adalah ajang edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang cara menunaikan ibadah haji dan umrah secara aman dan nyaman. Program ini diselenggarakan serentak di Jakarta, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, Surabaya dan Makassar.

Safe Haji Umrah menggabungkan sosialisasi dua program besar Kementerian Agama yakni Siskopatuh (Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus) dan Kementerian Luar Negeri yaitu aplikasi Safe Travel.

Program Siskopatuh Kementrian Agama merupakan salah satu upaya Kemenag untuk meminimalisir penipuan umrah. Setiap data jamaah umrah yang akan

Sejak diberlakukan per 1 Agustus 2019 lalu, sudah sekitar 260 ribu jamaah umrah yang telah diinput di Siskopatuh. Sekitar 210 ribu atau 82% terdaftar melalui Mandiri Syariah.

Dari sekitar 1.016 travel haji umrah di Indonesia, hampir seluruhnya telah menjadi nasabah Mandiri Syariah dan 848 travel melakukan pembayaran umrah Siskopatuh jamaah di Mandiri Syariah.

“Sebagai bank syariah modern dan terbesar di Indonesia, Mandiri Syariah ingin membuka akses semudah mungkin bagi masyarakat yang ingin mewujudkan impian berhaji umroh,” katanya.

Ia merinci, per Oktober 2019 Dana Pihak Ketiga (DPK) dari Travel Haji dan Umrah mencapai Rp1,23 triliun. Angka ini tumbuh 155% dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp749 miliar.

“Semoga kerjasama ini mempermudah masyarakat dalam beribadah haji umroh dengan aman dan nyaman,” tutup Anton.(nty)