Libur Akhir Tahun, Realisasi Okupansi Hotel di Sumut Capai 90 Persen

Hotel : Sejumlah hotel di Sumut mengalami okupansi 90 persen di akhir tahun. Ist

Medan | Jurnal Asia
Libur akhir tahun membawa “angin segar” bagi bisnis perhotelan. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Utara (Sumut) mencatat, realisasi okupansi hunian hotel di momen tersebut mencapai 90 persen bahkan lebih.

Ketua PHRI Sumut, Denny S Wardhana mengatakan, banyak masyarakat yang menghabiskan waktu berlibur diakhir tahun kemarin. Kondisi ini mendongkrak pencapaian okupansi hotel sekitar 90 persen.

“Hotel-hotel di Sumut rata-rata penuh pesanan di momen libur akhir tahun. Bukan hanya hotel di Medan saja yang penuh, tetapi juga di sejumlah hotel yang berada di wilayah destinasi wisata seperti Berastagi dan Parapat,” katanya, Selasa (8/1).

Meski rata-rata okupansi mencapai 90 persen, sambungnya, ada juga hotel di Kota Medan posisi tingkat huniannya melebih 100 persen.

“Meski di malam tahun baru tidak ada perayaan kembang api di hotel, peningkatannya bisa dibilang cukup memuaskan,” tandasnya.

Dibanding tahun lalu, lanjutnya, memang ada perlambatan okupansi, di mana pemesanan sudah penuh sejak tanggal 15 Desember, tahun ini hingga hari H juga masih ada yang melakukan pemesanan.

Sementara, Marketing Communication Grand Mercure Medan Angkasa, Yasmin mengatakan, pemesanan kamar hotel diakhir tahun tepat di malam tahun baru, kamar terisi 90 persen dari 266 kamar. Sedangkan untuk tamu acara Pesta Rakyat yang digelar pihak hotel sekitar 250-an.

“Pas malam pergantian tahun, hotel tidak ada pesta kembang api. Kita ingin menjaga bumi karena dampak kembang api banyak sekali. Di malam tahun baru kami justru menggelar acara bertema Pesta Rakyat yang menampillan berbagain kebudayaan di Sumatera Utara,” tandasnya. (net)