Konsumsi BBM Natal dan Tahun Baru di Sumut Diprediksi Naik 7 Persen

 

Unit Manager Comm, Rel & CSR MOR I, M. Roby Hervindo.Netty

Medan | Jurnal Asia
Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I memprediksi ada peningkatan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sumatera Utara (Sumut). Salah satunya konsumsi BBM bensin yang akan diperkirakan meningkat 7 persen dari hari biasanya.

Unit Manager Comm, Rel & CSR MOR I, M. Roby Hervindo mengatakan, selain BBM jenis Bensin, kenaikan juga terjadi pada BBM jenis Diesel diestimasi kenaikan 1,5 persen.

“Premium kita estimasi ada kenaikan 11,5 persen, Pertalite naik 6,7 persen, Pertamax naik hampir 5 persen. Untuk Solar subsidi kita prediksi ada kenaikan 0,9 persen, Dexlite 24,9 persen, dan Pertamina Dex 30,9 persen,” kata Roby, Rabu (11/12/2019).

Untuk Solar sendiri, kata dia, memang diprediksi ada kenaikan berbeda dibandingkan dengan wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), yaitu 0,9 persen. Kenaikan ini dikarenakan menjelang Natal, karena kegiatan atau operasional logistik meningkat.

Dibandingkan tahun 2018, lanjutnya, kenaikan hampir sama. Secara umum, wilayah Sumbagut juga polanya sama dan hanya saja jumlah Kilo Liter (KL) yang meningkat.

“Itu karena konsumsi di 2019 ini secara jumlah kuantitatif meningkat. Persentase kenaikan sama, sekitar 5 persen,” ungkapnya.

Roby memastikan, untuk pasokan dijamin tersedia cukup, ketahan stok 10 sampai 13 hari ke depan. Masyarakat diimbau jangan khawatir, semua tersedia dan mencukupi dan jika ada kendala atau masalah masyarakat dapal menghubungi langsung.

Sementara untuk daerah-daerah wisata atau tujuan mudik, ia memprediksi ada peningkatan konsumsi. Sehingga untuk membantu operasional SPBU normal pihaknya menyiapkan SPBU kantong sehingga sewaktu-waktu bisa langsung digunakan.

Untuk LPG diprediksi ada kenaikan meningkat di banding tahun lalu. Jika tahun lalu peningkatannya sekitar 3 persen, tahun ini diprediksi kenaikan sekitar 4 persen dan juga disiapkan penambahan fakultatif sekitar 818.000-an tabung LPG 3 Kilogram (KG).

“Sedangkan untuk yang non subsidi, kita prediksi ada kenakian juga. Tapi di bawah yang subsidi, peningkatannya sekitar 3 persen,” tuturnya.

Untuk Avtur, secara rata-rata memang terjadi peningkatan, terutama di 24 Desember 2019 ada 2 puncak peningkatan. Rata-rata peningkatan sekitar 30 sampai 50 persen. Peningkatan terjadi di 4 bandara, yaitu di Kualanamu, Pinangsori, Silangit, dan Polonia.

“iperkirakan di 24 Desember 2019 ada 2 puncak peningkatan konsumsi Avtur,” pungkasnya.(nty)