Kembangkan Pariwisata Danau Toba, Kemenpar Resmikan Grab Toba

 

Peresmian Operasional Grab Toba di
Toba Samosir.Ist

Tobasa | Jurnal Asia
Kementerian Pariwisata melalui Badan Pelaksana Otorita Danau Toba bekerjasama dengan Grab untuk mercepatan pengembangan pariwisata Danau Toba. Ini diharapkan dapat menggenjot kunjungan wisatawan domestik dan luar negeri di destinasi wisata super prioritas Indonesia.

Kerjasama strategis ini merupakan kelanjutan dari kerjasama Grab dan Kementerian Pariwisata untuk mendukung program Wonderful Indonesia. Serta melengkapi kehadiran Grab secara resmi di 14 bandar udara di seluruh Indonesia, termasuk Bandara Kuala Namu, Medan dan Bandara Silangit.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, kerjasama ini membantu percepatan pengembangan sektor pariwisata di Danau Toba yang merupakan salah satu dari 5 destinasi super prioritas di Indonesia. Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden Jokowi untuk memprioritaskan pembangunan 5 destinasi wisata secara lintas sektor dan terintegrasi pada tahun 2020.

“Sekarang Grab menjadi salah satu mitra pemerintah untuk mensosialisasikan ke dunia. Dalam sekali launch 18 juta orang yang bisa lihat, kalau buka semua itu bisa 108 juta orang yang bisa melihat dan kita masuk network internasional,” katanya pada peresmian operasional Grab Toba di
Toba Samosir, Jumat (6/9).

Luhut melanjutkan, peran Grab dan mitranya memberikan pemahaman dan menjadi pusat informasi. Grab dan pemerintah sudah membuat beberapa rute paket wisata ke Kawasan Danau Toba untuk 1 hari, 2 hari dan sebagainya. Rute 3 hari 2 malam juga ada dari bandara Silangit bisa diarahkan mau ke mana.

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba, Arie Prasetyo yang mewakili Kementerian Pariwisata, mengatakan, kerjasama ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi Kementerian Pariwisata dan Grab dalam mendukung program Wonderful Indonesia.

Setelah hadirnya layanan Grab di bandara Silangit, katanya, ini diharapkan dapat membantu merealisasikan target kunjungan 1 juta wisatawan ke Danau Toba hingga 2023 yang ditetapkan pemerintah. Sekaligus mendukung target pemerintah untuk mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun ini.

“Kami berharap Grab bisa menjadi platform digital yang merangkai ekosistem pariwisata di Danau Toba sehingga wisatawan terutama wisatawan mancanegara menikmati kemudahan ini,” ujarnya.

President Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata menambahkan, melalui operasional Grab Toba, pihaknya menawarkan layanan GrabRent untuk wisatawan yang membutuhkan sarana transportasi. Ini dapat dipakai untuk mengunjungi beberapa tempat wisata sekaligus serta mitra pengemudi Grab Toba yang sudah mendapatkan pelatihan menjadi pemandu wisata.

“Melalui operasional Grab Toba dan kerjasama ini, kami menawarkan berbagai inisiatif untuk menyediakan lebih banyak pengalaman terbaik bagi wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke Danau Toba dan sekitarnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, wisatawan bisa memanfaatkan layanan di Danau Toba dengan aman dan nyama seperti, GrabCar, GrabRent, Fitur GrabChat. Kemudian, fitur Hotels, GrabFood dan dapat menukarkan poin GrabRewards.

“Sebagai unicorn kelima di Indonesia dan decacorn pertama di Asia Tenggara, Grab ingin terus berkontribusi positif. Melalui kerjasama ini kami berharap dapat mendorong ekonomi lokal termasuk meningkatkan pendapatan mitra pengemudi serta masyarakat di Danau Toba dan sekitarnya,” tutupnya.(nty)