Kabupaten Batubara Jadi Bidikan Investor

 

Kepala DPMPTSP Sumut, Arief Trinugroho.Netty

Medan | Jurnal Asia
Realisasi investasi Sumatera Utara (Sumut) per September 2019 menyebutkan, Kabupaten Batubara menempati posisi kedua setelah Kota Medan. Ini membuktikan, keberadaan Pelabuhan Kuala Tanjung memiliki daya tarik bagi investor baik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Data Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumut, dari total investasi senilai Rp18,78 triliun per September 2019, Kota Medan masih berkontribusi tertinggi di mana realisasi PMA Rp 1,91 triliun dan PMDN senilai Rp 3,49 triliun. Diposisi kedua Kabupaten Batubara dimana realisasi PMA senilai Rp518,72 miliar dan PMDN senilai Rp 2,59 triliun.

“Batubara sudah menjadi peringkat kedua sebagai tujuan investasi di Sumut. Hal itu memang didorong oleh Pelabuhan Kuala Tanjung yang punya konektivitas ke KEK Sei Mangkei,” kata Kepala DPMPTSP Sumut, Arief Trinugroho, Jumat (29/11/2019).

Arief mengatakan, Batubara sebelumnya tidak menjadi favorit para investor. Karena peringkat kedua untuk tujuan investasi di Sumut biasanya Kabupaten Deli Serdang. Tapi per September 2019, terjadi pergeseran dimana untuk realisasi PMA, Deli Serdang berada di peringkat 5 dengan total investasi Rp 308,89 miliar. Sedangkan untuk realisasi PMDN, Deli Serdang menyerap investasi Rp 1,84 triliun dan berada di peringkat 4.

Berdasarkan sektor, realisasi investasi PMA tertinggi berasal dari sektor jasa, kemudian listrik, gas dan air, lalu ketiga sektor industri makanan, perkebunan dan industri kimia. Sementara realisasi investasi PMDN berasal dari sektor trasportasi, gudang, dan telekomunikasi, lalu jasa lainnya, pertanian tanaman pangan, kemudian listrik, gas dan air, dan industri kertas.(nty)