Jelang Sidang Sengketa Pilpres, Pasar Keuangan Merespon Negatif

Ilustrasi kinerja saham.Ist

Medan | Jurnal Asia

Menjelang sidang sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) pasar keuangan sejauh ini masih merespon negatif. Kinerja IHSG sejauh ini masih terpantau melemah ditutup 6.250 atau melemah 0.364 persen, Jumat (14/6). Sementara itu mata uang Rupiah juga melemah dikisaran level 14.357 per US Dolar.

Analis Pasar Saham, Gunawan Benjamin mengatakan, kinerja pasar keuangan secara keseluruhan menunjukan tren perkembangan yang kurang begitu baik pada perdagangan hari ini.

Minimnya sentimen pasar di akhir perdagangan, ditambah dengan kinerja sejumlah bursa di asia yang memburuk, membuat pasar keuangan kita sulit untuk bergerak menguat pada perdagangan hari ini. Belum ada berita positif terkait dengan perkembangan ekonomi kedepan nantinya.

Tekanan saham di berbagai sektor juga masih terlihat di mana sektor saham properti menjadi sektor yang paling tertekan hari ini dengan pelemahan 1,2 persen. Namun demikian diharapkan adanya kebijakan BI dalam menurunkan suku bunga acuan BI menjadi stimulus dan pemicu perkembangan property di tanah air.

“Sementara itu, sejumlah kejadian buruk yang terjadi di luar seperti pengeboman kapal tanker menjadi isu negatif di bursa asia. Di sisi lain, pasar juga menanti bagaimana kemungkinan perkembangan suku bunga acuan AS nantinya yang dipekirakan akan dipangkas di tahun ini,” katanya.

Ia menambahkan, Indeks Bursa bergerak campuran dengan dominasi melemah dimana indeks Shanghai turun 0,988 persen, Indeks STI turun 0,234 persn, Indeks Kuala Lumpur turun 0,3 persen, Indeks Hangseng turun 0,646 persen.

Sementara bursa wallstrett menguat dengan Nasdaq naik 0,57 persen, Indeks Dow Jones naik 0,392 persen, NYSE naik 0,334 persen dan S&P naik 0,41 persen.(nty)