Jelang Lebaran, Masyarakat Harus Hati-hati Berbelanja

 

Pedagang tradisional di Medan.Netty

Medan | Jurnal Asia
Jelang Lebaran, masyarakat diimbau harus berhati-hati dalam berbelanja. Idul Fitri yang jatuh pada hari Rabu menyisahkan masalah besar bagi sejumlah harga kebutuhan pokok masyarakat, pasalnya terlalu panjang waktu liburannya.

Menurut Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, libur sudah berlaku mulai tanggal 1 Juni, tentunya hal ini berpotensi menyebabkan fluktuasi harga yang signifikan sangat berpeluang terjadi sampai lebaran usai nanti.

Saat ini saja cabai merah dijual dikisaran Rp53 ribu per Kg, walaupun beberapa orang menjual dengan harga Rp40 ribuan per Kg. Jadi harga yang terbentuk dipasar ini sudah memperlihatkan bahwa ada kecenderungan harga tersebut bergerak sangat liar.

“Liburan panjang ini membuat pedagang maupun petani memilih untuk beristirahat. Sehingga pasar tidak dalam posisi yang stabil atau ekuilibrium,” katanya, Sabtu (1/6).

Hal ini tentunya sangat merugikan konsumen. Untuk itu sebaiknya konsumen bijak dalam berbelanja. Ada baiknya uang yang dipegang tidak habis untuk hal yang tidak perlu.

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, katanya, setiap menjelang lebaran itu harga sayur mayor bisa naik 100 persen bahkan sempat saya temukan kenaikannya mencapai 200 persen.

Jadi tidak ada salahnya berbelanja lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan hingga beberapa hari kedepan. Sejauh ini memang masih terbilang normal, tetapi sebaiknya bijak saat berbelanja di Lebaran nanti.

“Jangan sampai habis untuk hal yang tidak banyak manfaatnya. Apalagi Lebaran nanti jumlah uang beredar itu banyak, kecenderungan harga juga kerap mengalami kenaikan,” tandasnya.

Beberapa komoditas yang bertahan mahal sampai saat ini ada di cabai, baik itu cabai merah, cabai kecil atau cabai hijau. Selanjutnya bawang putih yang masih Rp35 ribuan per Kg tetapi ada yang jual Rp30 ribu per Kg. Minyak goreng curah naik dikisaran Rp9.500-10.000 per Kg, daging ayam dikisaran Rp30 ribu per Kg (masih terbilang normal), walaupun ada yang jual Rp33 ribu per Kg.

Rentang harga yang ada dipasar saat ini itu terlalu lebar, bahkan untuk setiap pasar tradisional. Jadi ini ada masalah di keseimbangan antara konsumen, pedagang ataupun petani.

“Dan sepertinya fluktuasi harga tersebut akan berlangsung setidaknya hingga 10 hari kedepan. Jadi bijaklah dalam berbelanja,” pungkasnya.(nty)