Jelang Imlek, Pengrajin Hio Mulai Kebanjiran Pesanan

Salah seorang pekerja sedang membuat hio.Netty

Medan | Jurnal Asia
Hio menjadi salah satu benda yang harus ada saat melakukan sembahyang bagi etnis Tionghoa, begitu pula saat menyambut Imlek. Kondisi ini membawa keberuntungan bagi sejumlah pengrajin hio atau dupa di Kota Medan.

Seperti yang diakui salah seorang pengrajin hio di Medan, Rika. Ia mengatakan, jelang perayaan tahun baru Imlek lebih banyak pesanan dibandingkan hari biasa karena banyak yang melakukan sembahyang saat Imlek.

“Ia sekarang sudah mulai kebanjiran orderan. Selain dari Medan, kebanyakan orderan dari luar kota, seperti Siantar dan lainnya,” katanya di Jalan TB. Simatupang, Sunggal, kemarin.

Karena banyaknya pesanan hio, kata dia, mereka sudah mulai mengerjakannya sejak September 2018 atau sekitar enam bulan lalu. Kebanyakan pesanan berasal dari Vihara dan toko-toko yang menjual peralatan sembahyang.

“Kalau untuk produksi, sampai saat ini sudah sekitar 5 ribu. Mungkin nanti mendekati Imlek, masih juga banyak yang pesan,” tuturnya.

Diakui Rika, Hio tersebut mereka buat dari bahan dasar serbuk kayu. Kemudian dibentuk menjadi batang lalu dicat dan diberikan ukiran naga.

Untuk harganya, dijual bervariasi sesuai ukurunan. Di mulai dariĀ  puluhan ribu rupiah untuk ukuran kecilĀ  sampai ratusan ribu rupiah untuk ukuran yang besar.(net)