January Effect dan The Fed Pengaruhi Penguatan IHSG dan Rupiah

IHSG dan Rupiah menguat hari ini. Ist

Medan | Jurnal Asia
Mengawali perdagangan saham hari ini, seluruh indeks bursa saham di Global kompak mengalami penguatan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat bergerak menguat 12 poin atau naik 0,2% di level 6.287 level tertinggi IHSG berada di level 6.354 dan terendah di level 6.287.

Disamping itu, indeks Hangseng mencatat kenaikan 0,818%, Shanghai 0,724%, kospi naik 1,325%, Dow Jones naik 3,29%, Nasdaq menguat tertinggi sebesar 4,26% dan ATX Vienna menguat 3,14%.

Analis Pasar Modal di Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, penguatan seluruh harga saham di bursa Global ini disinyalir oleh faktor eksternal yakni January Effect. Di mana hal ini didukung oleh rilis data makro ekonomi dan pertumbuhan ekonomi di masing-masing negara memberikan kinerja yang positif dibandingkan tahun lalu.

“January effect memang menjadi moment berharga bagi investor untuk mengelola portofolio sahamnya. Kinerja indeks saham terlebih IHSG memang lebih cerah menyambut awal tahun ini dimana keyakinan fundamental ekonomi Indonesia yang cenderung baik menjadi daya tarik bagi investor asing untuk berinvestasi di dalam negeri,” katanya, Senin (7/1) sore.

Ia yakin, IHSG akan terdongkrak pada minggu kedua ini hingga ke level 6.400. Disamping itu, hal yang perlu diwaspadai ialah aksi profit taking yang masih mungkin terjadi.

Di sisi lain, lanjutnya, dari faktor eksternal memberikan sentimen positif di mana pertemuan pejabat AS dengan China meredam kekhawatiran perang dagang kedua negara tersebut.

Trump nampaknya mulai luluh serta mempertimbangkan kebijakan yang diambilnya terhadap China. Jika pemberhentian sementara perang dagang selama 90 hari ini berjalan mulus saya yakin, Trump akan memperpanjang negosiasi mereka.

Tak hanya itu, faktor positif yang kemudian menguatkan Rupiah juga datang dari eksternal yaitu berasal dari The Fed yang nampaknya mulai memikirkan dampak ekonomi Global dari kenaikan suku bunganya.

Di mana dalam hal ini, The Fed tampak akan menahan suku bunganya sehingga hal ini menjadi sentimen positif bagi nilai tukar mata uang negara emerging market termasuk Indonesia.

Untuk itu, pergerakan mata uang Rupiah terhadap dolar AS hari ini bergerak naik 1,2% di kisaran level Rp14.089. Penguatan Rupiah ini diharapkan mampu bertahan lebih lama dan kembali membawa Rupiah ke level di bawah Rp14.000.

“Saya meyakini, permintaan Rupiah dipasar uang dapat meningkatkan nilai tukar Rupiah  lebih agresif lagi,” tandasnya. (net)