Ini Dia 4 Langkah TPID Kendalikan Inflasi Sumut

 

Wakil Ketua TPID Sumut, Wiwiek Sisto Widayat.Netty

Medan | Jurnal Asia
Inflasi biasanya kerap terjadi di Ramadhan dan Lebaran. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Utara bersama Satgas Pangan telah menyiapkan 4 langkah dalam mengendalikan inflasi di moment tersebut.

Wakil Ketua TPID Sumut, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, ada empat langkah yang dilakukan untuk mengendalikan inflasi di Sumut. Yakni melakukan keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif.

“Salah satu cara yang akan dilakukan adalah memastikan ketersediaan pangan dengan melakukan sidak ke pasar dan memastikan kelancaran distribusi dari daerah penghasil ke Medan,” katanya, di Medan, Selasa (14/5).

Karenanya, ia mengimbau masyarakat untuk berbelanja sesuai kebutuhan sehingga tidak mendorong adanya kenaikan harga karena permintaan yang banyak.

Wiwiek menambahkan, inflasi di bulan Mei diperkirakan masih akan cukup tinggi mengingat pasokan bawang putih masih belum juga bertambah di wilayah Medan. Sejauh ini pihaknya terus berupaya agar inflasi di Mei tidak lebih tinggi dari inflasi di April.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut merilis, inflasi tertinggi di awal 2019 yakni menjadi 1,23 persen di bulan April. Kenaikan harga cabai sebesar 50,02 persen dan bawang putih sebesar 47,57 persen menjadi salah satu pemicu.

Selain cabai, komoditas lain yang menyebabkan Sumut inflasi yakni bawang merah yang naik 17,29 persen. Selain itu, harga kontrak rumah naik 1,4 persen, harga mobil naik 1,15 persen, harga kacang panjang naik 23,02 persen dan harga cabai hijau naik 41,31 persen.(nty)