Inflasi Tinggi, Sumatera Utara Dinilai Kedodoran Tangani Harga Komoditas

 

Cabai merah menjadi salah satu penyebab inflasi.Netty

Medan | Jurnal Asia
Kinerja laju inflasi di Sumateta Utara pada Mei 2019 diangka 1,19 persen dan ini terbilang sangat buruk. Pasalnya di bulan April 2019, Sumut juga merealisasikan laju tekanan inflasi sebesar 1,23 persen.

Total inflasi selama dua bulan membuat laju tekanan inflasi di wilayah SUMUT sudah mencapai 2,41 persen. Sebuah realisasi laju tekanan inflasi yang tentunya sangat mahal bagi masyarakat.

Pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, tekanan yang terjadi pada inflasi Sumut masih dipengaruhi oleh kenaikan sejumlah bahan pokok masyarakat, seperti cabai merah dan bawang putih dan beberapa komoditas lainnya. Hanya saja kenaikan inflasi tahun ini terbilang buruk jika dibandingkan liburan lebaran tahun lalu yang justru Sumut mengalami deflasi 0,7 persen.

“Sumut masih kedodoran dalam mengontrol sejumlah harga barang khususnya komoditas cabai yang harganya kerap berfluktuasi sangat liar,” katanya, Senin (10/6).

Laju realisasi tekanan inflasi tersebut, harus jadi cambuk untuk menjaga inflasi hingga tutup tahun tetap sesuai sasaran 3,5 persen. Laju tekanan inflasi sebesar 1 persen lebih, jelas ini memperburuk daya beli masyarakat di wilayah Sumut.

Sungguh disayangkan memang, walaupun memang mengendalikan inflasi akibat kenaikan harga bahan pokok belakangan ini bukan perkara mudah. Karena memang lebih banyak dipengaruhi oleh sisi persediaan yang mengakibatkan kedodoran.

“Sudah semestinya kita memiliki sejumlah instrument yang mampu untuk meminimalisir dampak dari kenaikan harga di masa yang akan datang,” ucapnya.

Menurutnya, realisasi inflasi di Sumut ini juga melebihi rata-rata inflasi nasional yang masih dikisaran 0,6 persen. Realisasikan angka yang lebih buruk, 2 kali lebih tinggi dari rata rata nasional. Dan realisasi laju tekanan inflasi ini jauh melebihi batas atas ekspektasinya di mana sebelumnya diperkirakan inflasi terburuk Sumut itu di atas 0,5 persen.

“Pemerintah gagal dalam mengendalikan harga di wilayah Sumut. Sekalipun memang ini masalahnya terletak pada gangguan suplai yang memang sulit untuk di atasi dengan cara-cara instan,” pungkasnya.

Karena itu, tambahnya, pemeritahan perlu memikirkan sebuah cara untuk memitigasi kemungkinan kenaikan laju tekanan inflasi kedepan. Selain itu juga membutuhkan pengumpulan sampel ekspektasi produksi tanaman cabai di tingkat petani.(nty)