Indonesia Harapkan Investasi Malaysia Rp20 Triliun

Kuala Lumpur – Pemerintah Indonesia mengharapkan adanya investasi dari Malaysia senilai Rp10 triliun hingga Rp20 triliun terutama pada sektor infrastruktur dan keuangan.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengemukakan hal itu usai bertemu dengan perusahaan konstruksi Malaysia, Eversandai Corporation Berhad di Kuala Lumpur, Kamis.

Eko mengatakan dirinya telah ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Pejabat Penghubung Investasi Indonesia – Malaysia.

“Saya sudah bertemu Menteri Perdagangan dan Industri Antarbangsa Malaysia sebagai tindaklanjut kami bawa sejumlah pengusaha Indonesa ke Malaysia yang difasilitasi oleh MATRADE dan CIMB Indonesia,” katanya.

Eko mengatakan dirinya baru saja bertemu dengan perusahaan konstruksi Eversendai Corporation Berhad dan mereka tertarik untuk membangun powerplant.

“Kami juga membawa BUMN konstruksi dari Indonesia PT Wijaya Karya dan PT PP, kita juga membawa perusahaan dari Indonesia sehingga mereka bisa tukar fikiran langsung,” katanya.

Dia mengatakan PT PP dan PT Wijaya Karya juga membangun jalan tol dan powerplant. “Perusahaan di Malaysia ini juga tertarik dari sisi konstruksinya maupun membentuk anak perusahaan bersama dalam membangun konstruksi tersebut,” katanya.

Dia mengatakan Tenaga Nasional Berhad (TNB) seperti PLN di Indonesia tertarik untuk meneruskan proyeknya di Provinsi Riau yang beberapa waktu lalu tidak berjalan kemudian mereka juga tertarik membangun powerplant di Kalimantan Utara.

“Nanti kalau jadi sebagian listriknya disalurkan ke Malaysia sebagian ke Indonesia,” katanya.

Dia menegaskan tugas dirinya adalah menjembatani masalah-masalah yang terjadi di Indonesia dan masalah-masalah di Malaysia yang dibantu MATRADE (Malaysia External Trade Development Corporation).

“PT PP dan Waskita Karya sudah punya proyek di Indonesia. Mereka mengajak perusahaan di Malaysia untuk ikut dalam program tersebut,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Eko Putro Sandjojo juga membawa sejumlah perusahaan swasta seperti PT Sinar Mas Group dan PT HM Sampoerna.

(ant)