IHSG Ditutup Menguat 18 Poin

Ilustrasi Indeks Harga Saham Indonesia

Medan | Jurnal Asia
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (4/4) berada direntang yang sempit yakni di antara level 6.481 hingga 6.505. Begitupun, IHSG mampu ditutup menguat 18 poin atau naik 0,287 persen di level 6.494. Sepanjang perdagangan, IHSG berhasil berada di zona hijau meski tekanan saham sektor pertambangan masih memberikan sentimen yang kurang baik bagi penguatan IHSG.

Analis pasar modal Gunawan Benjamin mengatakan, laju pergerakan IHSG menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan para wakil rakyat di kursi DPR dan DPRD memang cenderung memberikan sejumlah sentimen di mana akhirnya investor dipasar keuangan cenderung wait and see.

“Pada kondisi seperti ini, pelaku pasar keuangan biasanya lebih bersikap antisipatif. Hal ini dilakukan guna menjaga keamanan modalnya dalam sebuah investasi,” katanya, Kamis (4/4).

Tetapi, likuiditas pasar saham masih sangat baik dengan frekuensi transaksi masih tetap terjaga diatas 360.000 kali transaksi per hari-nya. Trasaksi saham akan semakin bertambah usai Pilpres nantinya di mana ini memberikan semangat baru bagi pelaku pasar untuk ekonomi kedepannya.

“Siapapun Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih diharapkan mampu menepati janji-janji kampanyenya serta menjalankan program-program yang dijanjikan terutama bidang ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Di samping itu, yang masih menjadi sorotan para pelaku pasar saat ini adalah dari dalam negeri terkait dengan penurunan saham sektor pertambangan. Itu dipicu oleh persediaan batu bara yang meningkat namun tidak diiringi dengan permintaan batubara itu sendiri. Hal ini memang tidak hanya terjadi di Indonesia.

Harga batubara secara global mengalami pelemahan sejak September 2018 lalu. Menurut Gunawan, hal ini perlu pengawasan dan pengendalian dari produsen batubara serta dibantu oleh pemerintah. Dengan begitu pemulihan harga batubara segera teratasi.

“Pelemahan ini tentunya menyeret saham-saham sektor batubara kian tertekan dan tentunya menekan laju penguatan IHSG,” katanya.

Sementara itu, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai bergerak menguat. Jika sebelummya rupiah masih di kisaran Rp 14.200 per dolar AS, namun kini rupiah menguat di kisaran Rp 14.186 per dolar AS.

“Pelemahan dolar AS saat ini disinyalir oleh data penurunan pencapaian sektor jasa dan manufaktur rentang Februari hingga Maret tahun ini,” tandasnya.(nty)