IHSG dan Rupiah Bergerak di Zona Merah

Ilustrasi pergerakan Rupiah.Ist

Medan | Jurnal Asia
Pergerakan mayoritas saham hari ini berada di zona merah. Saham-saham di bursa global ditutup lebih rendah dari perdagangan sebelumnya.

Penurunan ini disinyalir bersumber dari minimnya sentimen positif yang menunjang pergerakan harga saham. Di samping itu aksi profit taking juga turut mewarnai pergerakan saham-saham ini yang mana sebelumnya saham-saham di bursa Asia sudah menguat selama 2 hari berturut-turut.

Indeks Hangseng terpantau turun 1,73 persen, indeks kospi turun 0,4 persen, indeks Shanghai turun 0,558 persen, Nikkei turun 0,352 persen. Begitu pun dengan saham-saham yang berada di wallstreet yang juga mengalami pelemahan seiring dengan minimnya sentimen positif.

Indeks Dow Jones turun tipis 0,054 persen, Indeks Nasdaq turun 0,008 persen, Indeks S&P juga turun 0,035 persen sementara indeks NYSE berhasil menguat tipis 0,093 persen.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terkoreksi akibat adanya aksi profit taking. IHSG, Rabu (12/6) sore ditutup turun 29 poin atau turun 0,47 persen di level 6.276 level tertinggi IHSG berada di level 6.296 dan terendah di level 6.257.

“Pergerakan IHSG hari ini tertekan di hampir semua sektor saham kecuali sektor property yang menguat tipis 0,2 persen. Sementara 8 sektor saham lainnya mengalami koreksi,” kata Analis Pasar Saham, Gunawan Benjamin.

Menurutnya, sektor saham pertambangan menjadi sektor yang paling tertekan hal ini seiring dengan permintaan tambang batubara yang turun tajam dari dalam maupun luar negeri. Sementara itu produksi tambang batubara terus berjalan sehingga ini menyebabkan kelebihan pasokan tambang dan berimbas pada penurunan harga tambang.

Untuk saham sektor pertambangan hari ini mengalami penurunan sebesar 1,58 persen. Lalu diikuti oleh pelemahan saham sektor infrastruktur 1,4 persen dan manufaktur 0,71 persen.

Di sisi lain, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan 0,6 persen di kisaran level Rp14.271 per USD. Rupiah akhirnya terkoreksi setelah beberapa hari mengalahkan dolar AS.

“Pelemahan ini tak hanya terjadi pada Rupiah, beberapa mata uang negara lainnya juga melemah seperti dolar singapura, peso dan yuan,” tukasnya.(nty)