Harga Karet Alam Tembus Diangka150 Sen AS Per Kilogram

Karet

Medan | Jurnal Asia
Harga karet jenis TSR20 yang diperdagangkan di bursa berjangka Singapura (SGX) ditutup menguat di posisi 151.6 sen AS per kg, Senin (8/4) sore. Harga ini merupakan rekor tertinggi pada tahun 2019 ini.

Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah mengatakan, kenaikan harga karet alam disebabkan oleh mulai berkurangnya pasokan ke pasar global. Hal ini karena adanya pembatasan ekspor dari Indonesia dan Malaysia sejak 1 April 2019.

“Kenaikan harga ini juga ditopang adanya kenaikan harga minyak mentah. Di mana harga minyak mentah sudah berada di atas 62 USD per barrel,” katanya di Medan, Selasa (9/4).

Harga tersebut, lanjut Edy, berpotensi menguat kembali karena pasokan pasar global akan semakin berkurang saat Thailand menjalankan pembatasan ekspor mulai 1 Mei 2019. Disamping itu, harga minyak mentah jenis WTI diperkirakan akan menguat sampai 75 USD.

Sementara harge karet di tingkat petani juga telah mengalami peningkatan. Sebelum adanya rencana pembatasan ekspor harga bahan olah karet (BOKAR) di tingkat petani sekitar Rp. 6.000-6.500 dan setelah adanya pembatasan harga naik ke Rp7.500-8.500 per kg.

“Namun, adanya pergerakan kenaikan harga ini belum meberikan dampak signifikan untuk pasokan ke pabrik. Disinyalir, pedagang pengumpul berskala besar menahan stok dengan harapan harga masih naik lagi,” tandasnya.(nty)